oleh

Todong Guru Madrasah Pakai Pistol, Pelaku Mengaku Wartawan

Cirebontrust.com – Pelaku pemukulan dan penodongan dengan menggunakan senjata api terhadap guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Syekh Magelung Sakti, Desa Karang Kendal, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon ternyata seorang oknum yang mengaku sebagai wartawan mingguan di salah satu media cetak, Kamis (19/10).

Korban Nuhriyana yang merupakan seorang guru PPKn sekaligus pembina Pramuka tersebut menceritakan, bahwa pelaku pemukulan kepada dirinya memang dikenal sebagai wartawan mingguan dari media cetak “S”, berinisial WD.

Diceritakan korban, sebelum kejadian dirinya sedang berada di dalam ruangan Tata Usaha.

“Sebelum kejadian saya sempat mengajak dirinya untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara musyawarah, baru bicara sekitar lima menit pelaku langsung marah dan menampar. Padahal saat itu saya hendak menyelesaikan permasalahanya dengan baik,” terangnya.

Ia menambahkan, dirinya sempat menghindari keributan karena khawatir dilihat oleh para siswa yang kebetulan tengah istirahat.

“Ternyata benar saja, pelaku saat itu langsung memukul dan menampar berkali-kali di bagian wajah dan kepala saya, bahkan sempat mengeluarkan senjata api. Tidak begitu jelas jenis senjata api tersebut, yang jelas dia (pelaku, red) sempat mengeluarkan dan menodongkan senjatanya ke saya,” tuturnya.

Melihat hal tersebut, sejumlah rekan korban berusaha memisahkan keduanya. Tapi upaya itu tidak digubris oleh pelaku.

Kepolisian Sektor Kapetakan Polres Cirebon Kota membenarkan, bahwa pihaknya telah menerima laporan tentang kekerasan yang dialami guru madrasah, dan telah menjalani pemeriksaan di Unit Reskrim Polsek Kapetakan. (Johan)

BACA JUGA:   Polisi Tangkap Kurir Narkoba di RS Permata

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed