oleh

Terkuak, Warga Cirebon Jadi Korban Jaringan Human Trafficking Internasional

Cirebontrust.com – Kasus penjualan manusia atau human trafficking yang dialami Fitriah (30) warga Desa Babakan Losari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon menguak kejahatan trafficking internasional, yang berpusat di Bekasi.

Hal itu terungkap, ketika Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KOMPAK yang mengawal kasus Fitriah melapor ke Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada 15 Agustus kemarin, Jum’at (26/08).

“Awalnya kita buat laporan ke Kemenlu, perihal perekrutan TKI ilegal, terhitung tanggal 15 Agustus. Kita koordinasi dengan jaringan kami yang ada di Jaktim, soal kebenaran informasi Fitriah. Saat itu ditemukan sebuah penampungan di apartemen Bekasi Kota, untuk TKI yang akan diberangkatkan ke Tiongkok, saat itu ditemukan 4 orang,”‎ tutur Doni Suroto Kusnadi, Ketua Divisi Non Ligitasi LSM KOMPAK.

Setelah menemukan penampungan sementara itu, lanjut Doni, ada salah satu korban yang mengatakan bahwa masih ada lagi tempat penampungan sementara lainnya, yakni di tower A masih di apartemen tersebut, didapati 3 orang‎ korban. Akhirnya, dari informasi tersebut Unit Kriminal Khusus (Krimsus) Polisi Resort (Polres) Bekasi melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap penyalur TKI ilegal tersebut, yang yang diketahui bernama Anisa alias Dewi alias Yeti.

“Kasus itu pun saat ini dilimpahkan ke Bareskrim Polri. Kami dalam hal ini meminta kepada Polri khususnya unit human trafficking melakukan tindakan tegas kepada pelaku, agar bisa terkuak berapa TKI ilegal yang diberangkatkan ke negara Tiongkok,” ujarnya.

Sementara Salmun, ayah Fitriah mengaku mendapat ancaman dari saudari Ani, tetangga desanya yang saat itu memberikan informasi terkait bekerja di Tiongkok. Ani yang diduga rekan kerja penyalur atau agen, menyuruh Salmun untuk mencabut laporan ke polisi terkait kasus tersebut‎.‎

BACA JUGA:   Ribuan Warga Ikuti Nyiramkeun Pusaka Kerajaan Talaga Manggung

“Kalau tidak mencabut laporan di polisi, anak kamu tidak akan ketemu selamanya. Begitu ancamannya,” kata Salmun kepada CT. (Riky Sonia)‎

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed