oleh

Tanggul Cikanci Putus, Warga tak Nyenyak Tidur

Citrust.id – Jalan alternatif penghubung dua desa, yakni Kanci Kulon-Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon‎ terputus, akibat tergerus oleh terjangan luapan air banjir Sungai Cikanci, Rabu (14/02).

Jalan yang menjadi urat nadi pertanian Desa Kanci Kulon tersebut terputus sejak 4 hari yang lalu, tepatnya tanggal 09 Februari. Ketika itu, lebar patahan jalan yang tergerus selebar 7 meter, menyebabkan sebagian desa terendam banjir.

Saat ini, karena setiap hari diterjang banjir luapan Sungai Cikanci, lebar patahan semakin berambah menjadi 9 meter. Bahkan, rumah pompa pertanian milik Pemerintah Desa (Pemdes) setempat yang berlokasi berdekatan dengan jalan tersebut ambruk.

Alhasil, pengguna jalan yang didominasi petani, dari arah Kanci Kulon menuju Buntet dan sebaliknya harus melalui akses jalan lain, yakni memutar melalui jalan raya yang melewati desa lain.

Bukan hanya itu, terputusnya jalan yang berlokasi di Dusun 03 RW 04, Blok Karangpojok tersebut, membuat cemas masyarakat Desa Kanci Kulon. Mereka khawatir, luapan Sungai Cikanci akan membanjiri pemukiman lantaran jalan yang juga berfungsi untuk membendung air banjir dari sungai tersebut jebol hingga terputus.

Apalagi, beberapa hari ini wilayah Kanci dan sekitarnya setiap hari diguyur hujan. Tak pelak, ketakutan masyarakat akan banjir semakin menjadi-jadi. Sehingga ketika hujan turun, warga berkumpul untuk siaga, agar jika terjadi banjir, masyarakat sudah siap menghadapinya.

“Setiap hari kami siaga. Siap-siap menghadapi banjir,” ujar Elang Kadnan, Ketua RW setempat.

Saat ini, jalan tersebut masih dibiarkan. Tidak ada penanganan yang signifikan dari Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) selaku badan pemerintah yang bertanggungjawab terhadap jalan putus itu.

Mereka hanya memberikan bantuan 500 karung kosong yang kemudian diisi tanah untuk menambak agar aliran Sungai Cikanci tidak masuk ke persawahan hingga meluber kepemukiman warga.‎ Namun hal itu tidak begitu berhasil, lantaran karung-karung yang dipasang kembali hanyut saat diterjang banjir luapan sungai.

BACA JUGA:   Purnabakti Diharapkan Tetap Berkontrisbusi bagi Kota Cirebon

Saat dikonfirmasi, pihak BBWSCC mengaku sedang merencanakan normalisasi tanggul yang sekaligus berfungsi sebagai akses jalan itu. Pihaknya berencana secepatnya berkomunikasi dengan Pemdes setempat.

“Saat ini kami melakukan observasi. Kami tidak mau asal urug, karena disitukan ada saluran untuk pengairan sawah.‎ Artinya jangan sampai dua kali kerjaan nantinya. Apalagi bangunan pompa dan pembuatan saluran air itu tidak ada izin ke kita,” terang Ari, petugas BBWSCC bagian OP disela kesibukan meninjau lokasi. /riky sonia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed