oleh

Sigaret ‘Tjap Djemboet Orang Item’

Oleh NURDIN M. NOER

BAGAIMANA rasanya mengisap tembakau linting dengan merek “Tjap Djemboet Orang Item”? Bagi kalangan orang tua penggemar tembakau linting-tembakau halus yang dilinting dengan kertas (papir)-pasti mengenal merek tembakau yang satu ini. Untuk mengenalkan rasa asli tembakau yang keras dan nikmat, maka mereknya pun cukup menyeramkan “Djemboet Orang Item”. Artinya rambut kelamin (laki-laki) orang berkluit hitam.

Konon aroma asli dan rasa asli ada pada tembakau merek ini luar biasa, bisa membuat orang cerdas dan menginspirasi. Di samping disruput bersama minum kopi atau teh tubruk. Jenis tembakau dalam bentuk rokok lainnya, yaitu “Rokok Klembak Menjan Siluman”. Aromanya harum, seharum kemenyan. Kedua jenis tembakau tersebut memiliki penggemar. Terutama di kampung-kampung dan perdesaan, sigarettes ini dikenal dan jadi perbincangan di samping rokok-rokok merek utama yang beredar.

Pada sekira tahun 1960 hingga 1970an jenis tembakau dan rokok ini masih banyak beredar di berbagai toko tembakau di sepanjang Jalan Karanggetas Cirebon. Toko-toko tembakau itu di samping menjual tembakau “Tjap Djemboet”, juga menjual tembakau irisan untuk dilinting bersama “wungkus” atau “kelobot” yang bakan bakunya terbuat dari daun aren. Sedangkan “kelobot” mereka terkenal diproduksi seorang Tionghoa di Arjawinangun Kabupaten Cirebon, bernama Eng Lan. Orang yang tak mengenal nama Eng Lan pasti menyangka, kelobot itu merupakan produk Inggris.

“Kelobot” merupakan “wungkus” (daun aren halus) yang diramu dengan ramuan rahasia oleh para produsen kelobot. Produk kelobot memang berbeda-beda, tergantung ramuan yang dipakainya. Kini kelobot tak lagi dipakai untuk merokok, karena diangggap tak praktis. Bayangkan, jika seorang sopir angkutan masih merokok kelobot, pasti akan didamprat penumpangnya. “Mengko sih, isune nglobot dikit.” Atau mereka mengisap rokok klembak kemenyan, pasti ada komentar,”Bengi jemuah, tah?” Nah,para sopir angkot lebih memilih rokok yang sudah jadi ketimbang sigarettes linting “Tjap Djemboet” atau “Rokok Klembak Siluman.”

BACA JUGA:   Festival Kolang Kaling di Majalengka Masuk Rekor Muri

Meskipun saat ini rokok sudah dikurangi sesuai Undang-Undang Kesehatan atau Perda yang dibuat di berbagai daerah, tetapi perokok tak berkurang. Banyak alasan yang diucapkan mereka, dari mulai iseng, ngantuk jika tak merokok dan lainnya, meski senyatanya merokok orang lain yang bukan perokok. Tetapi kata-kata,”Oedoed doeloe”, menjadi popular kembali. (NMN)

Komentar

News Feed