oleh

Sebanyak 30 Warga Majalengka Dinyatakan ODHA

MAJALENGKA (CT) – Sejumlah 30 orang warga Kabupaten Majalengka yang didominasi ibu rumah tangga dinyatakan sebagai orang dengan HIV-AIDS (ODHA). Data itu diambil ketika mereka mengakses layanan kesehatan┬ádi rumah sakit maupun puskesmas.

“Ada sebanyak 30 orang ODHA di Majalengka. Data itu terlihat ketika mereka mengakses layanan kesehatan, baik saat meminta obat antiretroviral (ARV) untuk memperlambat laju virus HIV-AIDS maupun memeriksakan kesehatan tubuhnya,” kata pendamping ODHA Kabupaten Majalengka, Beben Badruzaman disela-sela peringatan HIV-AIDS se-Dunia di Alun-alun Kabupaten Majalengka bersama forum komunitas peduli HIV-AIDS lainnya, Senin (1/12).

Pada aksi hari AIDS se-Dunia itu forum peduli melibatkan beragam stakeholders baik LSM, lembaga sosial, para mahasiswa, komunitas waria dan elemen masyarakat lainnya. Dalam peringatan tersebut diisi dengan audiensi ke DPRD Kabupaten Majalengka dan melakukan aksi tanda tangan dalam spanduk berukuran 8 meter.

Beben menambahkan, kendala yang dihadapi ketika mendampingi ODHA yakni mereka mengaku dalam kondisi sehat. Padahal bila kondisi itu dibiarkan akan mengancam keselamatan hidupnya.

“Temuan minggu kemarin ada ibu rumah tangga dan anaknya umur 3 tahun dinyatakan positif HIV-AIDS. Dan saat ini kita akan melakukan advokasi,” ujarnya.

Koordinator Perkumpulang Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Majalengka Dede Darkam yang merupakan lembaga peduli dan konsen dalam HIV-AIDS, meminta agar Pemkab Majalengka dalam hal ini eksekutif dan legislatif membuat peraturan daerah (Perda) untuk melindungi warga Majalengka yang positif mengidap penyakit HIV-AIDS yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya.

“Sesuai dengan tema HARI AIDS sedunia tahun ini, harus melindungi HAM, lindungi keluarga dan dari ancaman HIV-AIDS. Jadi kami meminta agar pemerintah daerah membuat payung hukum terkait HIV-AIDS ini,” katanya.

BACA JUGA:   Bung Wowo Pimpin GMNI Kuningan

Ia mengatakan, potensi penyebaran HIV-AIDS akan terus berkembang kedepannya, terlebih Kabupaten Majalengka akan menjelma menjadi kawasan metropolitan dengan rencana dibangunnya bandara dan jalan tol serta pembangunan lainnya.

“Kami juga meminta agar Dinas Kesehatan Majalengka melibatkan stakeholders dalam penangana HIV-AIDS dan tidak seperti saat ini hanya internalnya saja. Padahal anggaran ada disana,” ujarnya. (CT-110)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed