oleh

Sebanyak 1.447 ODGJ di Majalengka Telah Diobati

Citrust.id – Sebanyak 1.447 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Majalengka telah mendapatkan pengobatan. Penanganan ribuan ODGJ tersebut bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Marzuki Mahdi di Bogor.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, H. Agus Susanto, menyampaikan, masalah kesehatan merupakan hal yang kompleks. Tidak hanya berbicara tentang kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan psikis yang harus menjadi perhatian bersama.

Menurut laporan, 1 dari 4 orang terindikasi berisiko mengalami gangguan jiwa, 1 dari 10 orang mengalami gangguan mental emosional, dan 1 dari 16 orang mengalami depresi. Selain itu, 2 dari 1.000 orang terbukti mengalami risiko gangguan jiwa berat.

“Pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat merupakan standar pelayanan minimal kesehatan di Kabupaten Majalengka yang wajib dilaksanakan,” ujarnya, Rabu (5/10/2022).

Dalam penanganan ODGJ, Pemda Majalengka telah bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi di Bogor. Pada tahun 2021, pemda telah memberangkatkan tiga sampai empat kali ODGJ ke RSJ Marzuki Mahdi untuk pengobatan.

Sasaran pelayanan ODGJ berat pada tahun 2021 sejumlah 1.450 orang, Sebanyak 1.447 ODGJ di Majalengka telah mendapatkan pengobatan. Dengan demikian, penanganan ODGJ berat di Kabupaten Majalengka mencapai 99.79 persen.

“Kabupaten Majalengka belum mempunyai rumah sakit atau ruang perawatan gangguan jiwa. Setelah berdiskusi dengan dua direktur RSUD, ke depa kami akan menyediakan layanan perawatan kesehatan untuk ODGJ,” jelas Agus.

Hambatan lainnya adalah ODGJ belum memiliki jaminan kesehatan, tidak mempunyai dokumen kependudukan, dan belum mempunyai rumah singgah untuk ODGJ terlantar. Hal-hal tersebut nantinya akan menjadi fokus tindak lanjut bersama dan koordinasi lebih optimal bersama lintas sektor atau stakeholder terkait lainnya.

Sementara itu Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D. Mardiana, menyambut baik koordinasi lintas sektor dalam rangka penguatan tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat.

Ia meminta puskesmas bekerja secara optimal memberikan pelayanan kesehatan. Terlebih dengan adanya salah satu program unggulan bupati dan wakil bupati di bidang pelayanan kesehatan, yaitu Puskesmas Nganjang ka Imah.

“Mari kita terus berkomitmen untuk saling bekerja sama membangun derajat kesehatan tinggi agar masyarakat terhindar dari masalah kesehatan, khususnya gangguan jiwa,” tuturnya. (Abduh)

Komentar