oleh

Sanggar Nimas Mayangsari Komitmen Lestarikan Seni dan Budaya Cirebon

Citrust.id – Sejak didirikan HM Toto Sugiarto pada 5 April 2006, Sanggar Seni Nimas Mayangsari di Jalan Cendana, Blok Tengah, Desa Bojong Lor Kecamatan Jamblang, komitmen lestarikan dan merawat kesenian dan kebudayaan Cirebon.

Toto mengatakan, kesenian dan kebudayaan Cirebon yang beragam merupakan anugerah besar dari tuhan. Sebagai pelaku seni, sudah barang tentu menjadi kesadaran untuk merawatnya.

“Kami, khususnya seniman tari, sangat respek, mendukung, dan mengapresiasi Pasar Seni Rakyat yang digagas PC Lesbumi dalam merawat keberlangsungan seni dan budaya Cirebon,” ujarnya, Sabtu (6/8/2022).

Toto mengatakan, pada Pasar Seni Rakyat (PSR) Kecamatan Jamblang 27-28 Agustus 2022, Sanggar Nimas Mayangsari akan mempersembahkan lakon sandiwara Putri Ong Tien Nio.

“Menceritakan tentang pertemuan Putri Ong Tien Nio dan Sunan Gunung Jati. Selain itu, secuplik kisah para pembesar atau leluhur Cirebon dalam menyebarkan agama Islam yang toleran, penuh kasih, tidak ada paksaan serta saling menghargai sesama,” kata Toto.

Selain mengangkat sejarah dan nilai-nilai teladan, motivasi Toto menampilkan sandiwara kolosal adalah anak-anak sekarang hampir tidak tahu salah satu kesenian rakyat itu.

“Kami kemas dalam sandiwara supaya anak-anak muda mau menggali, belajar, dan mencintai sejarah. Kita juga bisa mencontoh sikap-sikap atau karakter tokoh-tokoh sentral di Cirebon,” ucapnya.

Menurut Toto, hal itu sebagai upaya dan momentum baik, khususnya bagi anak-anak muda untuk mencintai tradisi Cirebon. Hingga ke depannya dapat melakukan regenerasi dan pelestarian seni budaya.

“Kami dari sanggar-sanggar seni senang sekali karena begitu diapresiasi untuk tampil, menghibur, dan mengedukasi pada acara tersebut. Sehingga sanggar-sanggar ini bisa menunjukkan kepada khalayak sesuai dengan apa yang digeluti selama ini,” lanjutnya.

Tiga hal, kata Toto, yang perlu digarisbawahi dalam pertunjukan PSR kali ini. Pertama, mengangkat sejarah Cirebon. Kedua, belajar tentang keberagaman dan menghormati perbedaan. Ketiga, menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

“Semoga betul-betul membawa manfaat dan berjalan dengan lancar,” harapnya. (Rls)

Komentar