oleh

Robot Trading Ilegal Marak, Ini Tanggapan Bos JFX

Citrust.id – Kasus investasi ilegal berkedok robot trading menyita perhatian masyarakat. Misalnya, kasus robot trading Fahrenheit. Pihak kepolisian pun telah menangkap bos perusahaan robot trading tersebut.

Satgas Waspada Investasi (SWI) juga telah merilis daftar robot trading ilegal. Misalnya, MobileTrader RoboForex, BinomoRobot – Robot Perdagangan, Roboforex Indonesia, Robo-Id, Robot Forex Auto Pilot D7 MT4 Instaforex Broker, Auto Sultan Community, dan Smartxbot.

Selain itu, Antares, Auto Trade Gold 4.0, Fahrenheit Robot Trading, Btrado, Robot Trading Pansaka (Auto Trade Gold), RoyalQ Indonesia, Robot Trading Maxima Margin, DNA Pro, EA50/PT Sentra Mega Indote, dan OPAFX- OPACTrading Limited

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX), Stephanus Paulus Lumintang, mengatakan, robot trading merupakan alat bantu bagi para investor dalam mengambil keputusan investasi. Namun, robot trading tidak bisa dijadikan patokan investasi akan selalu profit.

“Yang salah adalah menjanjikan fixed income, pasti untung, serta menggunakan mekanisme skema ponzi,” ujar Paulus kepada Citrust.id, Selasa (29/3/2022).

Menurut Paulus, maraknya entitas investasi ilegal karena kurang pahamnya investor. Selain itu, keinginan investor untuk mendapatkan keuntungan secara instan, tanpa memahami resiko dan pengetahuan akan dunia investasi.

Setiap investasi mengandung resiko. Oleh karena itu, Paulus mengimbau masyarakat yang hendak berinvestasi, agar memahami legalitas dan logisnya dunia investasi.

“Pahami terlebih dahulu legalitas dan logisnya dunia investasi yang akan digeluti, karena setiap investasi mengandung resiko. Berinvestasilah di perusahaan dan produk yang legal,” pungkasnya. (Haris)

Komentar

News Feed