oleh

Rencana Besar Google di Indonesia

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Siapa sangka, Google pertama kali dikenal melalui layanan mesin pencari (Search) pada 1998. Seiring berjalannya waktu, perusahaan yang bermula dari teras rumah itu menjelma raksasa teknologi dengan banyak kaki bisnis seperti peta digital (Maps), layanan berbagi video (YouTube), hingga sistem operasi mobile (Android).

Tak cukup puas menyasar khalayak umum, belakangan Google juga menghadirkan layanan sistem komputasi berbasis cloud (Google Cloud Platform) yang bersifat business to business alias B2B. Target pasar layanan itu adalah para pengembang aplikasi dan bisnis digital lainnya. Semua unit bisnis tersebut agaknya berkembang positif di Indonesia.

Google memiliki tiga fokus utama dalam mengembangkan Search di Indonesia: bisa diandalkan dalam koneksi lambat atau tak stabil, relevan dengan minat penelusuran masyarakat lokal, serta mampu merespons penelusuran suara (voice search) dalam Bahasa Indonesia.

Tidak sampai di situ, fungsi layanan peta digital Maps pun hendak diperkaya. Tak sekadar sebagai penunjuk jalan, tapi juga mampu menunjukkan jadwal angkutan umum dan tarif layanan ride-sharing. Untuk itu, Google telah bekerjasama dengan beberapa pihak seperti PT TransJakarta, Gojek, Grab, dan Uber.

Di sektor pariwisata, Google juga hendak mempromosikan potensi alam Indonesia melalui layanan Street View. Beberapa tempat yang sudah bisa dijajal secara virtual via Street View antara lain Pulau Komodo, Raja Ampat, Bali, Bangka, serta Bunaken.

Tidak lupa, video blog alias vlog menjadi tren di kalangan generasi muda Tanah Air. Google pun ingin memudahkan para kreator dalam menemukan materi edukasi melalui fitur Creator Hub. Untuk para penonton, YouTube juga menghadirkan pilihan offline agar tetap bisa menyaksikan video meski koneksi tak stabil. (Net/CT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed