oleh

Petani Tebu di Majalengka Kesulitan Dapatkan Bibit Tanaman Baru

Majalengkatrust.com – Petani tebu di Kabupaten Majalengka mengaku kesulitan memperoleh bibit tebu, untuk musim tanam akhir 2917 sekarang ini, karena petani di wilayah Majalengka tidak menanam tebu untuk pembibitan. Akibatnya, petani terpaksa harus membeli bibit tebu dari Tegal dan Slawi yang harganya cukup mahal.

Menurut keterangan Bendahara APRTI Kabupaten Majalengka Yudi Rahman, harga bibit tebu dari Slawi dan Tegal ini mencapai 90.000 per kg, padahal tahun lalu harga bibit maih mencapai Rp 85.000 per kg atau lebih murah Rp 5.000 untuk setiap kiligramnya.

“Jika ditambah ongkos angkut harga akan lebih mahal lagi, namun itu tetap dibeli karena petani harus menanam,” ungkap Yudi, Selasa (08/11).

Para petani di Majalengka menurutnya tidak bisa menanam bibit tebu karena lahannya yang kurang, sehingga petani hanya bisa menanam tebu untuk giling.

Kalaupun ada petani yang menanam bibit tebu arealnya sangat sedikit sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan termasuk kebutuhan dirinya sendiri.

Pabrik gulanya sendiri menurut Yudi tidak pernah menyediakan bibit untuk para petani, padahak kebutuhan bibi tebu di tingkat petani sangat. Padahal idealnya pihak Pabrik Gula bisa menyediakan bibit dan pupuk untuk petani.

Padahal tahun 2018 areal tanam tebu diperkirakan bertambah hingga kurang lebih 100 ha, tahun lalu luas areal tanam tebu milik TRIS mencapai kurang lebih 700 hektare, sedangkan tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 800 ha.

Karena ada sejumlah wilayah yang membuat kelompok tani baru dan areal tanaman baru seperti di Desa Mekarjaya dan Pasiripis, Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka. (Abduh)

BACA JUGA:   Pembinaan Teritorial Cegah Paham Radikalisme

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed