oleh

Penemuan Tengkorak Manusia Dipinggir Jalan Gegerkan Warga Kertajati

MAJALENGKA (CT) – Tengkorak manusia ditemukan petani di sawah Blok L4, Desa Babakan, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, tepatnya di bekas perkebunan tebu di ruas jalan antara Kadipaten-Kertajati, Senin (8/12).

Tulang belulang tersebut pertama kali ditemukan oleh Hari (50) pemilik sawah sekitar pukul 09.00 WIB, ketika itu dia sedianya akan membersihkan sawahnya untuk digarap setelah musim tanam sebelumnya disewakan untuk ditanami tebu. Saat sedang menyiangi pematang, dia menemukan tengkorak manusia di pinggir pematang yang berdekatan dengan jalan raya, atau sekitar lima meteran dari badan jalan. Hari yang juga mantan kuwu Desa Babakan segera mengabari Mapolsek Kertajati untuk diteliti dan dievakuasi.

Kapolres Majalengka AKBP Suyudi Ario Seto melalui Kasat Reskrim Polres Majalengka Ajun Komisaris Polisi A. Choerudin, membenarkan adanya penemuan mayat yang tinggal tulang belulang tersebut. Korban menurutnya berdasarkan hasil visum dokter Puskesmas Jatitujuh, diperkirakan berjenis kelamin laki-kali, usia diperkirakan lebih dari 50 tahunan, tinggi badan 160, dan sudah meninggal sekitar tiga bulan yang lalu.

Namun belum jelas apakah korban tewas akibat aksi kekerasan atau bukan, karena untuk memastikan penyebab kematian tersebut diperlukan penelitian lebih lanjut. Sedangkan kondisi tubuh korban sediri kini sudah hancur, tulangpun ketika diangkat telah rapuh.

“Kami akan berkoordinasi dengan Polres terdekat kemungkinan ada keluarga di kabupaten kota tetangga yang kehilangan anggota keluarganya, sekaligus meneliti penyebab kematiannya,” ungkap Kasat Reskrim, A Choerudin.

Warga sekitar tidak ada yang merasa kehilangan keluarganya, sehingga korban dipastikan bukan warga Desa Babakan atau tetangga desa lainnya.

Hanya yang aneh, korban tersebut mati di dekat jalan raya, namun warga sekitar tidak sempat mencium bau busuk mayat, demikian juga para penebang tebu yang baru sebulan memanen tebu di lokasi penemuan mayat. Hanya korban ketika ditemukan nyaris tak terlihat karena tertimbun rumput serta sampah tebu. Tengkorak tersebut akhirnya dikuburkan di pemakaman umum yang letaknya tidak begitu jauh dari lokasi penemuan. (CT-110)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed