oleh

Merpati Bali Juara I YBA Summer 2022 KU-14 Putri

Citrust.id – Klub basket Merpati Bali berhasil raih juara I turnamen basket Youth Basketball Association (YBA) Summer 2022 Kelompok Umur (KU) 14 Putri yang berlangsung di GMC Arena, Kota Cirebon, pada 3-7 Juli.

Merpati Bali mengalahkan Warriors Jakarta pada babak final dengan skor 53-52. Selain raih juara I YBA Summer 2022, Merpati Bali juga membawa pulang sejumlah penghargaan perorangan.

Pelatih Merpati Bali, Hendra Jaya, merengkuh predikat Best Coach of The Year. Di samping itu, salah satu pemain andalan Merpati Bali, Komang Aulia Citra Dewi, meraih penghargaan sebagai pemain terbaik atau Most Valuable Player (MVP) Final of The Year.

Kepala Pelatih Klub Merpati Bali, Muflih Farhan mengatakan, laga final berjalan seru, karena kekuatan tim seimbang. Timnya pun menang hanya selisih satu poin.

‚ÄúPara pemain menangis karena ini di luar ekspetasi kami. Kami hanya mencari pengalaman di level nasional. Namun, mampu meraih juara,” ujar Farhan, Jumat (8/7/2022).

Lebih lanjut Farhan menjelaskan, Merpati Bali KU-14 Putri terdiri dari para pemain baru. Bahkan, dari total 12 pemain, sembilan pemain baru masuk tim inti. Tak kurang, sejak Februari 2022 atau sekitar 4,5 bulan, mereka dipersiapkan maksimal.

“Persiapannya memang termasuk singkat untuk mengikuti turnamen ini. Hingga akhirnya mereka berhasil membuktikan dalam bentuk keberhasilan. Mereka on the track atau sesuai keinginan kami, para pelatih. Selain itu, ada peningkatan mental bertanding, strategi, dan teknik,” jelasnya.

Selain KU-14 Putri, Merpati Bali juga menurunkan pemain tim KU-14 Putra yang bertengger di peringkat keempat dan KU-18 Putri di urutan ketiga. Menurut Farhan, penampilan tim KU-18 putri sudah cukup baik. Mereka mampu memberi perlawanan.

“Secara keseluruhan masih ada PR bagi kami. Antara lain turn over dan offensive rebound,” kata pelatih tim basket putri di PON Papua itu.

Farhan menerangkan, offensive rebound terjadi karena pemain kurang tinggi. Alhasil, lawan dapat kesempatan kedua mendapat poin. Untuk mengantisipasinya perlu block shot. Sedangkan turn over karena pemain membuat kesalahan sendiri, baik dari passing maupun dribble.

“Untuk itu, mereka akan lebih kami gencarkan lagi dalam berlatih di bagian tersebut. Sehingga harapan kami, kelak saat mengikuti YBA di sesi lainnya tidak terulang kembali kejadian yang sama,” tandasnya. (Haris)

Komentar