oleh

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Pengrajin Terompet Mulai Sibuk

CIREBON (CT) – Banyaknya permintaan pesanan terompet dan pernak-pernik menjelang perayaan Natal serta Tahun Baru, dimanfaatkan para pengrajin terompet musiman untuk mendulang rejeki saat momen tersebut. Seperti di desa Jamblang kecamatan Jamblang blok tegalan, kabupaten Cirebon, yang sebagian besar warganya memilih beralih membuat terompet. Bahkan, daerah ini dikenal dengan sebutan “Kampung Terompet”.

Nariti (50) misalnya, salah satu warga yang seluruh anggota keluarganya menggeluti pembuatan terompet pada waktu dan momen tertentu, seperti natal dan tahun baru. Bersama ke-7 anaknya, setiap hari Nariti mampu menghasilkan 5 kodi dengan masing-masing kodi berisi 20 buah terompet.

“Mulai sibuk buatnya sih sudah dari 4 bulan yang lalu, biar dapet banyak dan bisa menuhin pesenan,” katanya saat ditemui CT tengah melakukan aktifitas pembuatan terompet di rumahnya.

Dari 4 lembar potongan kertas dengan ukuran yang disesuaikan, kemudian dilinting dan diberi lem untuk membentuk batang terompet. Setelah itu, batang terompet yang sudah jadi direndam air lem selama beberapa saat kemudian dijemur di bawah terik matahari.

“Setelah kering dan dirasa lem sudah merekat, selanjutnya batang terompet diberi variasi sesuai dengan bentuk dan jenis terompetnya,” jelas Nariti sambil mempraktekan proses pembuatannya.

Ia mengungkapkan, keahlian dalam membuat terompetnya dimiliki sejak remaja dan merupakan turun-temurun dari kedua orangtuanya yang juga pengrajin terompet musiman. “Terhitung sudah sekitar 20 tahun lebih sudah buat terompet ini, tapi ya cuma pada musimnya aja. Kalo sehari-harinya sih buruh tani,” ungkap nenek 10 cucu ini.

Lebih lanjut Nariti menuturkan, bahan-bahan untuk pembuatan terompetnya didapat dari seorang pengepul mainan tradisional di desanya. “Dari pengepul saya ambil bahan mentahnya, terus hasil terompet jadinya dikembalikan ke pengepul itu dan dapat upah sesuai ukuran dan jenis terompetnya. Atau kalau mau dijual sendiri, bayarnya sehari setelah tahun baru,” tuturnya kepada CT.

BACA JUGA:   Anak Kampung Mbaca Antusias Belajar Alat Musik Tradisional

Karena sudah lama menekuni pembuatan terompetnya, kini Nariti telah memiliki pelanggan tetap dari yang tersebar di berbagai pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, dan Tegal. “Tergantung pesanan, paling banyak bisa dipesan sampai 20 kodi dengan harga 1 kodinya berkisar 70-80 ribu untuk ukuran kecil,” ujarnya.

Tak jauh berbeda dengan moment natal dan tahun baru kemarin, untuk tahun ini Nariti fokus dengan pembuatan terompet jenis Naga, Tembakan dan Kartun yang banyak dicari anak-anak.”Modelnya ga jauh beda sama tahun kemarin, kayak naga dan model kartun yang biasanya diburu anak-anak,” terangnya.

Dengan bermodal 2 jutaan dari bahan-bahan yang diambil melalui pengepul, Nariti bisa meraup keuntungan yang lebih dari modal awal. “Lebih seringnya sih tukar barang aja sama pengepul. Kalau masarin sendiri cuma dari pesanan aja, atau dijual perbuahnya berkisar 10-20 ribuan,” tandasnya. (CT-108)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

  1. Saya berniat untuk memasarkan kerajinan trompet untuk wilayah makasar dsk.berhubung kami grosir mainan yg memiliki link keseluruh wilayah Sulawesi sampai Papua .Kami ingin menjalin hubungan bisnis dengan perajin atau pengepul yg kompeten untuk siap menjalin bisnis yg saling menguntungkan .Jika ada yg berminat atau dapat membantu mohon kiranya dapat menghubungi kami di 081933959499/WhatsApp 087840380088. Thanks

News Feed