oleh

Mengakali Harga Spirtus yang Mahal, Tukang Tamban Ban ini Beralih ke Listrik

CIREBON (CT) – Mahalnya harga spirtus membuat tukang tambal ban dituntut untuk melakukan inovasi. Inilah yang dilakulan Peni Bambang warga Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Ia mengakali mahalnya spirtus dengan mengganti spirtus untuk pembakaran tambal ban dengan listrik. Sabtu (29/11).

Sejak naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat usaha tambal ban dilema. Pasalnya harga spirtus yang mahal membuat modal juga bertambah, sedangkan tarif tambal ban tidak ada kenaikan. Sehingga membuat Peni harus menyiasati agar usaha tambalnya tetap berjalan. Akhirnya Peni beralih dari memakai spirtus ke listrik.

Mekanismenya sama, dengan menggunakan mekanisme pemanasan. Hanya saja sumber panas yang dihasilkan bukan dari api, melainkan dari lempeng besi yang dialiri listrik. Tentu saja lempeng besi yang dialiri listrik akan panas sehingga mampu membuat ban matang sempurna.

“Besi bekas aja disambungin pakai kabel, terus dialiri listrik, Kalau udah panas tinggal cabut lagi. Untuk hasilnya lebih bagus dan lebih matang, sehingga ban akan merekat kuat.” Katanya.

Selain efisien dan murah, prosesnya pun sangat cepat. Biasanya bila menggunakan spirtus membutuhkan waktu 20 menit, namun dengan menggunakan listrik hanya membutuhkan waktu 8 menit saja. Hal ini lah yang membuat Peni bisa mempertahankan usaha jasa tambal bannya. (CT-107).

BACA JUGA:   Bhanaspati Beri Bantuan untuk Tim Tanggap Gugus Tugas Covid-19

Komentar

News Feed