oleh

Masyarakat Diminta Cinta Laut dan Peduli Budaya Bahari

Cirebontrust.com – Tidak kurang dari 500 peserta yang terdiri dari 400 anggota pramuka se-Kota Cirebon ditambah Kwartir Cabang Kota Cirebon, perwakilan dinas dan undangan mengikuti Jambore Pesisir di Lapangan Kesenden, Kota Cirebon pD 27-29 Oktober 2017.

Acara pembukaan dilaksanakan Jumat (27/10), di Lapangan Kesenden, Kota Cirebon, dihadiri Sekda Kota Cirebon, H. Asep Dedi, sejumlah unsur Forkopimda Cirebon, dan Ketua Komisi VII DPR RI sekaligus Pembina Pramuka Kwarda Jawa Barat, H. Herman Khaeron.

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Laut, Brahmantya Satyamurti Poerwadi menjelaskan bahwa Jambore Pesisir merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Gerakan Cinta Laut (Gita Laut) yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Gita Laut bertujuan menanamkan rasa kepedulian masyarakat untuk menjaga kelestarian laut serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya bahari sebagai jati diri bangsa maritim.

Dijelaskan Brahmantya, Jambore Pesisir bertujuan memberikan pendidikan, pembelajaran, dan pemahaman bagi peserta atau partisipan, khususnya generasi muda, terkait ekosistem pesisir dan model pengelolaan yang baik, hal-hal yang dapat mengancam ekosistem pesisir, strategi mitigasi bencana pesisir, dan adaptasi perubahan iklim.

Kegiatan yang digelar di Kota Cirebon tersebut juga merupakan wahana bagi generasi muda dan masyarakat untuk belajar, meningkatkan ketrampilan, berbagi pengalaman, sekaligus mempraktekan secara langsung hal-hal yang menjadi tujuan Gita Laut.

“Oleh karena itu, Jambore Pesisir terdiri dari tiga komponen, yakni edukasi, advokasi dan aksi,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Pramuka Kwarda Jawa Barat, H Herman Khaeron mengungkapkan bahwa dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut. Masa depan masyarakat Indonesia salah satunya bergantung pada laut. Visi ke depan kelautan Indonesia yakni untuk keberlangsungan kesejahteraan masyarakat.

Di sektor kelautan, tidak sedikit sumber daya yang bisa dimanfaatkan, baik secara praktis, sains, dan intelektual.

BACA JUGA:   Monumen Mesin Mekanik Perawatan Jalan Rel Hiasi Kota Cirebon

“Itu semua bisa dimanfaatkan di kepanduan atau kepramukaan,” pungkasnya. (Haris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed