oleh

Mantan Ketua DPC PDIP Tegaskan Tak Pindah Partai

Citrust.id – Mantan Ketua DPC PDIP Kuningan periode 2015-2019, Rana Suparman, menyanggah kabar dia akan pindah partai. Ia mengaku berkomitmen tetap menjadi anggota partai yang dibawah pimpinan Megawati Soekarno Putri.

“Kata siapa saya akan pindah partai meski sekarang tak menjadi ketua partai. Pindah partai tidak mungkin saya lakukan,” ungkap Rana yang juga Ketua DPRD Kuningan saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (25/7/2019).

Terpilihnya struktural DPC PDI Perjuangan Kuningan periode 2019-2024 yang diketuai Acep Purnama, Nuzul Rachdy sebagai sekretaris dan Tresnadi sebagai bendahara harus dihormati semua kader dari tingkatan anak ranting dan seluruh pengurus DPC PDIP.

“Terutama saya yang masuk dalam posisi wakil ketua kaderisasi dan ideologi. Jadi jelas, tugas saya itu mem-PDI-kan dan menjaga keamanan seluruh kebijakan partai,” jelas Rana.

Baginya, PDIP sebagai partai politik yang telah tertanam dalam sanubari semasa menjadi aktivis mahasiswa. Waktu itu ia bergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Dirinya melakukan pendalaman terhadap ideologi dan ajaran Bung Karno.

“Mempelajari dan memahani materi keilmuan tentang Bung Karno, seperti tentang marhaenis dan pemahaman pancasila dalam bernegara. Itu saya lakukan melalui berbagai kegiatan sejak masa menjadi mahasiwa. Nilai-nilai itu telah menjiwa dalam perjalanan saya sebagai kader partai,” tandas Rana.

Menyinggung soal ketua DPC PDI Perjuangan saat ini, Rana menyambutnya dengan ketaatan disertai rasa hormat dan selamat kepada pimpinan DPC PDIP Acep Purnama.

“Selamat kepada Pak Acep beserta pengurus lainnya. Saya tetap komitmen dalam menjaga amanat kebijakan partai. Dalam berorganisasi, sikap menerima dan legowo harus menjadi prinsip,” imbuhnya.

Terkait sosok Ketua DPRD Kuningan periode mendatang, Rana mengatakan, posisi tersebit dilihat dari berbagai aspek.

BACA JUGA:   Warga Panembahan Cirebon Kaget, LT Ditangkap Terkait Dugaan Terorisme

“Untuk jadi ketua dewan bisa dilihat dari kedisiplinan, pengabdian dan beragam pengalaman dalam menjadi kader partai. Penunjukannya kembali kepada keputusan partai yang harus kita hormati,” ucapnya. (Ipay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed