oleh

Mantan Buruh Migran Bakal Gelar Aksi di Kedubes Arab Saudi

Indramayutrust.com – Sejumlah mantan TKI yang tergabung dalam Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu, mengadakan aksi solidaritas untuk, Rusmini Wati di Sekretariat SBMI Indramayu, Jalan Angling Dharma, Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Senin (13/02).

Foto-foto dukungan dan tuntutan tersebut, rencananya akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, sebagai bentuk solidaritas sesama TKI di luar negeri.

Trisnaeti (Ketua Koperasi TKI Sejahtera) dan juga mantan TKI Negara Abu Dhabi dan Singapura, berharap pemerintah ikut hadir dalam memperjuangkan pembebasan, Rusmini serta menuntut majikan untuk membayar ganti rugi.

“Photo – photo ini akan kami kirim via surat ke pak Jokowi sebagai bentuk dukungan kami terhadap Rusmini” Kata Trisnaeti

Ratini, mantan TKI Arab Saudi tahun 2013, juga mengungkapkan rasa prihatin atas permasalahan yang sedang dialami oleh, Rusmini.

Dia sebagai mantan TKI Arab Saudi, juga sering melihat ketidakadilan yang dialami oleh para TKI. Maka dari itu, ia mengajak para TKI, mantan TKI dan Keluarga TKI untuk bersatu ikut serta memperjuangkan, Rusmini.

Diantara para mantan TKI, ikut juga salah satu anggota DPRD Kab. Indramayu, H. Abdul Rohman, SE MM), yang memberikan dukungan untuk mendukung pembebasan Rusmini.

Sementara itu, Juwarih Ketua SBMI Indramayu, pihaknya akan membawa masa dari Indramayu ke Jakarta untuk menggelar aksi solidaritas bela, Rusmini di Depan Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi dan Istana Presiden.

“Aksi kita tepatnya, saat kedatangan Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz Al-Saud berkunjung ke Indonesia. Kita akan menggelar aksi bakar kemenyan di depan Kedutaan Arab Saudi sebagai bentuk sindiran ke majikan Rusmini,” ungkap Juwarih.

Diketahui, Rusmini telah dijebloskan ke penjara oleh majikannya bernama, Abdul Aziz Muh Al Zanidi pada saat bekerja di Negara Arab Saudi atas tuduhan telah menggunakan santet ke anak dan istri majikannya. (Didi)

BACA JUGA:   Sopir Truk Kecewa Harga Pasir Naik

Komentar

News Feed