oleh

Malaysia Bidik Wisatawan Ciayumajakuning

Citrust.id – Malaysia Tourism Board bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Tour dan Travel Indonesia (Asita) Ciayumajakuning menyelenggarakan Business to Business (B2B) dalam kemitraan strategis pada sektor pariwisata.

Malaysia melalui Tourism Board membidik pasar wisatawan Ciayumajakuning sebagai target pengunjung berbagai destinasi wisata unggulan yang ada di negara tersebut. Acara yang digelar hari ini, Kamis (21/2/2019), di Hotel Santika itu mempertemukan perusahaan Travel Agent dan Penyedia Akomodasi dari Malaysia dan Ciayumajakuning.

Ketua Asita Ciayumajakuning, Andri Hermawan, mengatakan, melalui pertemuan itu diharapkan terjalin kemitraan bisnis antara Travel Agent Ciayumajakuning dan Travel Agent Malaysia. Selain itu, terjalin sinergitas dengan penyedia akomodasi yang ada di negeri jiran.

“Kami dukung kerja sama Asita dengan Malaysia Tourism Board. Inilah yang diharapkan akan menemukan paket-paket baru dan memberi optimisme baru dalam kunjungan wisman ke Cirebon dan Indonesia umumnya,” jelasnya.

Selama ini, kata Andri, Malaysia adalah pasar terbesar kedua bagi wisman Indonesia. Oleh karena itu, dari kerjasama tersebut ditargetkan jumlah wisman Malaysia ke Indonesia bertambah. Ciayumajakuning pun menjadi destinasi pilihan baru bagi wisman malaysia.

Andri melanjutkan, kerjasama itu juga merupakan terobosan dalam mencari strategi baru di industri pariwisata. Ia menyebutkan, kedua organisasi sepakat membuat paket-paket baru untuk mencari celah pasar. Misalnya, dibuat paket wisata kombinasi yang tidak hanya menyasar dua negara, namun juga negara lain. Misal, dua hari di Batam, dua hari di Johor ditambah negara lain.

Konsep tersebut merupakan terobosan agar tidak terjadi kejenuhan program dan destinasi. Konsep seperti itu pun telah banyak dikembangkan di Eropa. Wisatawan yang pergi ke Eropa bisa sekaligus menyeberang ke banyak negara.

“Dengan begitu harapan pemerintah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia dengan target 20 juta pada 2019 bisa terwujud. Dirinya mengucapkan terima kasih atas dukungan Dinas Pariwisata yang ada di Ciayumajakuning. Diharapkan ke depan lebih fokus menggarap target dan program capaian selama ini.

Sudrajat, dari Expert Edu Tourism Cirebon, salah satu pengusaha perjalanan putra daerah, mengungkapkan, B2B itu sebagai upaya gebrakan Malaysia untuk juga memperkenalkan destinasi Ciayumajakuning di negaranya.

“B2B ini juga untuk memperkokoh kerja sama promosi pariwisata di antara kedua negara,” terangnya.

Sementara,perwakilan Malaysia Tourism Board, mengutarakan, dirinya sangat selesa dengan Cirebon yang memiliki banyak peninggalan sejarah kerajaan dan kejayaan Sunan Gunung Djati.

“Hal ini modal untuk memperkenalkan pada seluruh dunia, bahwa Cirebon sepatutnya dikunjungi sebagai destinasi wisata yang kaya akan sejarah dan budayannya,” tuturnya. /Irwan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed