oleh

Kota Cirebon Cuma Terima Investasi Perdagangan dan Jasa

CIREBON (CT) – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi UMKM (Disperindagkop UMKM) Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengapresiasi kehadiran para investor Cina dan Singapura tergabung dalam International Zheng He society (IZHS)yang berniat menanamkan modal di Kota Cirebon.

Namun, Agus menjelaskan, Kota Cirebon memiliki keterbatasan lahan untuk industri besar. Intinya, kota yang hanya memiliki luas 38 kilometer persegi itu hanya menerima investor di bidang perdagangan dan jasa. Selain itu, Kota Cirebon hanya bisa memberikan kemudahan regulasi selama konsep investasi tak melanggar regulasi di kota wali itu.

“Jika ada yang berminat investasi, akan kami bantu dari segi administrasi dan regulasi selama tidak bertentangan dengan regulasi lain,” ujarnya.

Pemkot Cirebon, lanjut Agus memang tak menutup pintu untuk investasi selain perdagangan dan jasa. Apalagi, IZHS memiliki banyak opsi investasi yang bisa dijajakan jika memang tak bertolak belakang dengan regulasi yang ada di Kota Cirebon.

Seperti diketahui, melalui penerjemah bahasa, Mr. Wang salah satu CEO International Zheng He Society mengatakan investasi yang ditawarkan untuk Kota Cirebon yaitu di bidang teknologi pertanian, impor beras, chemical, LED technology, manufactroy support dan air bersih.

Sementara itu, Walikota Cirebon, Nasrudin Azis setelah mendengar laporan dari tim yang menerima investor Cina-Singapura yang hendak berinvestasi di Kota Cirebon. Meski mengapresiasi dan siap membantu, Azis mengimbau kepada investor untuk melihat terlebih dahulu iklim dan potensi investasi sebelum menanamkan modal di satu daerah.

Seperti diketahui, sekelompok investor yang tergabung dalam International Zheng He Society (IZHS) mengatakan, investasi yang ditawarkan untuk Kota Cirebon yaitu di bidang teknologi pertanian, impor beras, chemical, LED technology, manufactroy support dan air bersih.

BACA JUGA:   Satpol PP Kota Cirebon Siapkan 120 Petugas Satlinmas untuk 6 Ruas Jalan, Begini Tugasnya

“Kami berharap investor yang berniat masuk ke Kota Cirebon hendaknya mempelajari potensi daerah terlebih dulu,” katanya.

Azis memberi contoh, bagaimana pesatnya investasi perdagangan dan jasa di Kota Cirebon. Hal itu, bisa dijadikan patokan bahwa potensi investasi terbesar kota seluas 38 kilometer persegi itu ada pada sektor perdagangan dan jasa. Apalagi, Kota Cirebon juga kekurangan sumberdaya manusia dan alam jika harus berkutat pada investasi pangan, bahan kimia dan air bersih.

“Peluangnya sangat besar bagi investor di sektor perdagangan dan jasa, karena Kota Cirebon merupakan sentral bagi daerah sekitarnya,” ujarnya. (Wilda)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed