oleh

Keluarga Korban Pengeroyokan di Indramayu Desak Polisi Tangkap Pelaku

INDRAMAYU (CT) – Kasus pengeroyokan yang dialami, Karjuki alias Juki warga Desa Cemara Kulon, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu oleh sejumlah pelaku sudah dilaporkan ke Polsek Losarang. Namun pihak keluarga korban belum mendapat kepastian dan tindaklanjut atas laporan tersebut.

Berdasarkan data terhimpun CT, korban dikeroyok sejumlah pelaku pada Minggu (26/06) sekira pukul 21.00 WIB, berlokasi di Desa Jangga, blok Rancagunda Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

Kejadian berawal saat korban sedang duduk-duduk di lapangan bola SMPN 2 Losarang. Namun tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas, korban dipukul dengan gitar kecil oleh salah satu pelaku dari arah belakang.

Akibat penganiayaaan tersebut, korban menderita luka sobek di bagian kepala dan langsung dibawa ke RS. Bhayangkara Losarang, untuk dilakukan visum dan penanganan medis.

Orang tua korban, Kardini (50) didampingi, Ahmad Syaefullah SPd anggota LSM Develepment and Social Advocacy Institute (DSA), meminta pihak kepolisian sektor Losarang agar segera menindaklanjuti laporan korban, serta mengusut tuntas kasus tersebut, sehingga pelaku penganiayaan bisa segera ditangkap.

“Polisi harus bisa bergerak cepat menangkap pelaku, meski alasannya banyak kasus yang lain, namun itu sudah menjadi tugas polisi, kita tunggu tindakan penegak hukum seperti apa,” ungkapnya, Jumat (01/07).

Sementara Kapolsek Losarang melalui Kanitreskrim Losarang, AKP Joni, SH membenarkan atas kejadian tersebut. Pihaknya akan segera melakukan pengejaran terhadap pelaku pengeroyokan tersebut.

“Nama pelaku dengan inisial DG bersama sejumlah rekannya yang juga warga desa Jangga, kita ketahui mereka tidak sedang berada di kediamannya. Namun kita tetap terus melakukan pengejaran dan penangkapan, tentu saja dengan melalui prosedur,” terangnya.

Dia melanjutkan, hasil visum korban masih di RS.Bhayangkara dan belum bisa di ambil, sementara pelaku melanggar pasal 170 KUHPidana Jo 351 KUHPidana tentang kekerasan atau penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama. (Didi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed