oleh

Keluar dari PNS, Sukses Jadi Juragan Seblak

Citrust.id – Ketika sebagian anak muda di negeri ini mendambakan pekerjaan menjadi seorang PNS atau ASN,byang dilakukan pemuda asal Majalengka, Ivan Taufik Iskandar (34), sungguh out of the box. Ivan nekad keluar dari PNS dan merintis usaha membuka bisnis kuliner berjualan makanan seblak hingga sukses membuka 4 cafe seblak dengan puluhan karyawan.

Kepada citrust.id, Ivan menceritakan latar belakang terjun ke bisnis seblak. Ia dan istrinya merintis usaha sejak lama. Mulai dari berjualan sepatu hias berbahan flanel, pizza gerobak, jialan bross handmade, pakaian online.

Pada tahun 2014, bisnis seblak booming. Di sekitar alun-alun Kabupaten Majalengka banyak sekali pedagang seblak. Selain itu, acara kuliner di TV  juga sedang diminati. Istrinya Ivan terinspirasi dari kuliner ceker pedas dikombinasikan dengan bumbu seblak, jadilah seblak ceker. Olahan ceker dengan bumbu kuah seblak yang sekarang terkenal dengan brand Seblak Ceker Naga dan berbagai variannya.

“Awalnya berjualan lewat aplikasi BBM. Terus nekat beli gerobak di depan rumah. Lambat laun berkembang dan mejanya bertambah hingga memakai ruang tamu. Pada 2016, semua ruangan di rumah beralih fungsi jadi kedai seblak. Pada tahun 2018, bangunannya direnovasi jadi lebih modern jadi kafe seblak,” kata Ivan yang diangkat PNS pada tahun 2011. Ia keluar tahun 2018 dengan masa kerja 7 tahun 7 bulan.

Karir PNS Ivan sebenarnya cukup gemilang di Pemkab Majalengka. Pada tahun 2011, ia jadi staf protokol bupati, ajudan bupati (2012), staf sekpim setda (2013), kasi pemerintahan di Kelurahan  Babakanjawa (2016), dan sekretaris Kelurahan Munjul (2017). Terakhir tahun 2018 jadi kasubbag di setda Pemkab Majalengka.

“Alasan dan motivasi keluar PNS karena saya ingin mencurahkan waktu di bidang yang saya suka. Wirausaha adalah bidang yang saya suka. Selain dorongan itu, keinginan untuk mengembangkan bisnis ini menuntut pemikiran yang tidak bisa lagi hanya sambilan. Berbagi waktu dan pikiran dengan PNS. Harus memilih salah satunya. Saya memilih mengembangkan bisnis ini bersama istri,” jelas Ivan.

BACA JUGA:   Pertamina Suntik Modal Wirausaha hingga Rp2 Miliar di Wilayah Region III

Ivan mengungkapkan, menu best seller di kafe Seblak Ceker Naga miliknya adalah seblak Katumbiri atau Seblak Pelangi.

“Ini adalah seblak yang masih otentik. Proses pembuatannya dengan cara ditumis menggunakan kerupuk yang warna-warni (pelangi), telur, sosis dan kwetiaw. Bumbu kami memang khas dengan takaran seimbang antara kencur dan bumbu lainnya. Harganya Rp13 ribu,” ungkapnya.

Menu paling laku selanjutnya adalah Seblak Cenghar, artinya seblak yang bisa bikin segar. Seblak itu berbeda karena bukan ditumis tapi direbus dan berkuah. Isinya banyak, terdiri dari ceker, cireng, batagor kering, baso sapi, kerupuk, siomay kering. Harganya Rp15 ribu.nSemua menu bisa diatur pedasnya dari level 0 hingga level 5.

Ivan kini sudah mempunyai empat gerai, yaitu Kafe di Jalan  Imam Bonjol Majalengka, booth di Yogya Grand lantai 2, booth di Surya Kadipaten dan mini kafe di Talaga.

“Alasan buka di Talaga adalah banyaknya permintaan dari pelanggan di daerah Selatan Majalengka yang  terlalu jauh harus ke Majalengka. Akhirnya hasil survei dan riset, Talaga cocok untuk buka cabang,” tuturnya.

Ivan kini mempunyai 5 karyawan di manajemen dan 22 karyawan operasional. Ivan meraih penghargaan Juara 1 Wirausaha Muda Unggulan yang diselenggarakan Disporabudpar Majalengka. (Abduh)

Komentar

News Feed