oleh

Kasus yang Menimpa TKI Indramayu Mengalami Penurunan, 90% Kasus Berasal dari Timur Tengah

INDRAMAYU (CT) – Kasus yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) seperti kasus kekerasan atau tak dibayarkan gajinya, adalah masalah yang harus diselesaikan secepatnya, karena kasus tersebut tidaklah berjumlah sedikit akan tetapi ribuan. Dari data yang didapatkan kasus TKI di Kabupaten Indramayu penyumbang terbesar yang hampir 90 % berasal dari Negara Timur Tengah, Selasa (16/12).

Jumlah kasus TKI memang mengalami penurunan di Kabupaten Indramayu, terhitung dari tahun 2011 hingga 2014 kasus yang menimpa TKI Indramayu mengalami penurunan. Jumlah kasus tersebut sudah merata di desa-desa se-Kabupaten Indramayu jadi tidak menonjol pada beberapa desa saja.

Menurut Suparno selaku Staff bagian pelaksana Hubungan Industrial Pengawasan Ketenagakerjaan (HIPK), menuturkan jumlah kasus yang masuk dari tahun 2011 sebanyak 100 orang, tahun 2012 sebanyak 115 orang, tahun 2013 sebanyak 47 orang dan tahun 2014 sebanyak 33 orang.

“Pada tahun 2011 kasus masuk ada 100 orang dengan ketentuan selesai 70 orang dan masih dalam proses 30 orang, untuk tahun 2012 kasus masuk sebanyak 115 orang dengan ketentuan selesai 67 orang dan dalam proses 48 orang, di tahun 2013 kasus masuk sebanyak 47 orang, selesai 22 orang dan masih dalam proses 25 orang, dan tahun 2014 kasus masuk 33 orang , yang dapat diselesaikan 17 orang masih dalam proses 16 orang,” tuturnya.

Suparno melanjutkan bahwa penyumbang terbanyak kasus yang menimpa TKI hampir 90% adalah berasal dari negara Timur Tengah, akan tetapi menurutnya jumlah tersebut hanya dari pengaduan korban saja, karena pihak Dinas Sosial Ketenagakerjaan hanya akan memproses kasus yang berasal dari pengaduan.

“Kami menghimbau agar para TKI yang terkena kasus yang belum diselesaikan, agar segera melaporkan dan mengadu kepada pihak Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan, agar kasus tersebut dapat diproses dan menjadi data baru bagi kami,” kata dia. (CT-112)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed