oleh

Kasus Penganiayaan Oleh Awak Bus Bhineka, Satu Tersangka Ditangkap

Cirebontrust.com – Penganiyaan yang dilakukan oleh sopir bus dan kernet PO Bhinneka yang menewaskan Ryan (21) dan Suhendra (21) yang masih kritis di RS Pelabuhan Cirebon, warga Kesugengan Kidul, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon pada Senin (17/07) dinihari lalu mendapati titik terang.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid AB mengatakan, pihaknya menerima informasi adanya kasus dugaan penyekapan atau penculikan, setelah dilakukan dan mendatangi TKP di Ruang Operasional atau Ruang Kasir PO Bhineka ternyata ada jejak kasus penganiyaan.

Diceritakanya, kejadian itu bermula dari korban dan Bus Bhineka bernopol E.7763.B jurusan Cirebon-Ciledug terlibat salip-menyalip saat berkendara.

Namun, sesampainya di Plumbon ada salah satu orang yang melemparkan sesuatu (buah dukuh, red) dan mengenai korban, karena merasa tidak terima akhirnya korban bersama temanya langsung melakukan aksi balas dendam.

Kedua korban melemparkan batu dan mengenai badan samping kiri bus. Sebab itu, kedua belah pihak terlibat pertikaian dan salah satu korban bernama Ryan langsung dibawa ke Kantor PO Bus Bhinneka.

Alih-alih mencari jalan keluar, Ryan justru dianiaya oleh sejumlah pengurus PO Bhineka termasuk para sopir dan kondektur.

“Kalau menurut keterangan korban, dianiaya dengan menggunakan alat kayu, batu, kursi, dan pukuli pelaku berjumlah sekitar lima orang,” kata Kapolresta.

Karena merasa dianiaya, korban (Ryan) bermaksud meminta tolong kepada temanya yang bernama Suhendra. Nahas, bermaksud ingin menyelesaikan permasalahan justru Suhendra dipukuli hingga mengalami kritis.

“Kita sudah memiliki identitas semua pelaku, mereka berinisial, S, D, W, L dan X yang merupakan karyawan resmi PO Bhineka, satu di antaranya sudah kami tangkap dan empat lainya masih dilakukan pengejaran,” pungkasnya. (Johan)

BACA JUGA:   Data Kependudukan Harus Diperbaharui Terus, Agar Tak Bingung saat Keadaan Darurat

Komentar

News Feed