oleh

KAMIC menggelar Aksi menyikapi Kenaikan BBM

CIREBON (CT) – Kenaikan Harga BBM disikapi oleh berbagai kalangan, salah satunya Mahasiswa. Kesatuan Aksi Mahasiswa Cirebon (KAMIC) menggelar aksi unjuk rasa menyikapi kenaikan harba BBM. Masa menilai kenaikan harga BBM merupakan bentuk ketidak harmonisan di dalam lembaga-lembaga Pemerintahan.

“Kenaikan harga BBM dilakukan secara sepihak tanpa ada koordinasi dengan Legislatif, polemik dualisme di pemerintahan yang tidak kunjung selesai mengakibatkan proses kenaikan BBM bisa dilakukan dengan mudah,” ungkap Bontot salah satu orator pada saat berorasi diperempatan lampu merah Pemuda (baypas).

Selain itu massa menilai pemerintah sudah salah apabila menganggap masyarakat yang mempunyai kendaraan bermotor sudah mapan secara ekonomi. Padahal mereka melakukan hal itu karna terpaksa untuk memudahkan transportasi bagi mereka. Masa menganggap jelas bahwa kenaikan harga BBM memilik efek domino yang buruk bagi masyarakat.

“Jelas ini merupakan kebijakan yang akan menyengsarakan rakyat akibat efek dominonya, maka dari itu kami menuntut hapuskan kenaikan BBM dan hilangkan Dualisme Kepemimpinan didalam lembaga pemerintahan,” teriak Bontot.

Massa yang tergabung dalam KAMIC ini terdiri dari Forum Diskusi Mahasiswa (Fordisma), Front Mahasiswa Demokratis (FMD), Front Pemuda Perjuanagn Indonesia (FPPI). Masa yang bermula dari depan kampus Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) 45 ini melakukan Longmarch menuju tugu proklamasi di jalan siliwangi.

Masa sempat berhenti di perempatan Jalan Pemuda (Bypass) untuk melakukan orasi, setelah puas masa melanjutkan longmarch-nya, sempat terjadi gesekan dengan pihak kepolisian akibat masa memblokade Jalan Pemuda namun bentrokan bisa dihindari dan masa melanjutkan kembali longmarch-nya. (CT-124)

BACA JUGA:   Sukawana Dream Village Mulai Bangkit di Tengah Pandemi Covid-19

Komentar

News Feed