oleh

Hiswana Migas: Gas Melon Hanya untuk Masyarakat Miskin

CIREBON (CT) – Menjelang Ramadhan, kebutuhan gas elpiji meningkat drastis. Suplai gas elpiji tiga kilogram (3 kg) pun dinaikan hingga lima kali lipat setiap harinya. Situasi tersebut biasanya dimanfaatkan beberapa oknum pengusaha untuk beralih menggunakan tabung gas 3 Kg yang notabene merupakan tabung gas bersubsidi.

Seperti diketahui, pengusaha rumah makan sektor non-mikro dilarang untuk menggunakan gas elpiji dengan tabung yang masyarakat sebut sebagai gas melon. Mengingat, fungsi subsidi pada gas melon hanya diperuntukan bagi sektor rumah tangga tak mampu atau usaha mikro.

Mengantisipasi hal itu, Hiswana Migas, leading sektor pengendalian gas dan minyak bumi akan berkoordinasi dengan Pemerintah tiap daerah untuk mengadakan sweeping atau razia penyalahgunaan gas melon selama Ramadhan.

“Untuk di Kota Cirebon, kita biasanya koordinasi dengan Pemkot, dan melakukan sweeping beberapa hari sebelum Ramadhan,” ujar Sales Executive LPG X Region III Endra Rachmawan didampingi Kepala bidang Elpiji 3 kilogran Hiswana Migas Cirebon, Fauzi Hasan kepada CT, Rabu (11/05).

Hendra pun mengimbau kepada pelaku usaha besar untuk tidak menggunakan gas melon sebagai bahan bakar memasak. Mengingat subsidi pemerintah mengalir dalam tabung gas berwarna hijau itu.

“Gas melon hanya untuk masyarakat miskin, jika memang merasa bukan orang miskin ya jangan menggunakannya,” terang Endra. (Wilda)

BACA JUGA:   Warga Sutawinangun Demo Tolak Hasil Pilwu

Komentar

News Feed