oleh

GMC Dorong Pembinaan Basket Putri hingga Level Tinggi

Citrust.id – Klub basket Generasi Muda Cirebon (GMC) bersama GoBasket menggelar turnamen basket putri, 23-28 Januari, di GMC Arena, Jalan Sutomo, Kota Cirebon. Selain untuk memperingati HUT ke-11 GMC, turnamen tersebut bagian dari pembinaan basket putri di Indonesia.

Pembukaan turnamen basket putri GMC-GoBasket dilaksanakan pada Minggu (23/1). Kegiatan itu dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Perbasi Danny Kosasih, Ketum Pengprov Perbasi Jabar Epriyanto, Ketum KONI Kota Cirebon Hj. Wati Musilawati, CEO GoBasket Marcel G. Oehmke, dan Kadipora Kota Cirebon Sutikno.

Pada kesempatan itu, Ketum PP Perbasi, Danny Kosasih mengungkapkan, dirinya menyambut baik turnamen basket putri yang diadakan GMC Diharapkan event tersebut jadi pemacu sekaligus pemicu klub-klub lain.

“Turnamen ini juga bagian dari jenjang pembinaan basket putri. Rencananya, pelatih timnas basket putri akan ke sini untuk menyeleksi skuad yang ikut berlaga di Sea Games,” ujarnya.

Manajer GMC sekaligus tokoh basket nasional, Njoo Lie Wen, ajak klub-klub wujudkan kompetisi basket putri senior yang rutin dan bermutu. (Foto: Haris/Citrust.id)

Sementara itu, Manajer GMC, Njoo Lie Wen menuturkan, melalui turnamen tersebut, dirinya ingin membangkitkan kembali geliat basket putri senior.

Selama pandemi mereda, tidak ada turnamen untuk basket putri senior. Sedangkan kejuaraan di level junior atau kelompok umur (KU) banyak digelar.

“Dengan turnamen di GMC ini, kami ingin membangkitkan semangat klub-klub untuk mewujudkan kompetisi basket putri yang rutin. Tidak usah bicara liga dulu. Yang penting ada kompetisi atau turnamen sebagai wadah pembinaan,” jelasnya.

Dikatakan Lie Wen, pembinaan basket putri senior penting dilakukan. Salah satunya untuk menunjang prestasi timnas. Pada Sea Games 2019, timnas basket putri meraih perunggu. Sedangkan pada Asian Games 2018 berada di peringkat tujuh.

Agar bisa lebih bersaing di kawasan Asia Tenggara, bahkan Asia, pembinaan harus dilakukan hingga level yang lebih tinggi. Tidak berhenti di batas kelompok umur (KU).

“Oleh karena itu, harus ada wadah pembinaan bagi basket putri senior. Salah satunya melalui kompetisi bermutu yang diadakan rutin untuk menambah jam terbang pemain,” tegas Lie Wen. (Haris)

Komentar

News Feed