oleh

Gemsos Malam Ini Gelar Refleksi Hari Impunitas Internasional

CIREBON (CT) – Bertepatan dengan hari Anti Inpunitas Internasional  yang jatuh setiap tanggal 23 November, Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos) Cirebon malam ini menggelar aksi refleksi dengan menyalakan Lilin di depan Kampus satu Unswagati Cirebon.

“Hari Inpunitas dibentuk karena sampai sekarang masih banyak kasus-kasus pelanggaran HAM yang tak kunjung usai, bahkan sang pelaku masih dengan bebas menghirup udara segar tanpa ada proses hukum,” Ujar Gusak pada saat berorasi.

Senada dengan Gusak, Jubir Gemsos Try menjelaskan, bahwa secara sederhana Inpunitas dapat dipahami sebagai tindakan atau kondisi sitemik yang mengarah pada pembiaran atau pelepasan bebas para pelaku kejahatan dari tanggung jawabnya secara hukum.

“Menurut data yang dikeluarkan SEAPA (Southeast Asian Press Alliance) pada tahun 2013. Indonesia masih memiliki 10 Kasus yang belum tuntas seperti penculikan Aktivis 98.” Ungkap Try pada saat ditemui dilokasi oleh ‘CT’ Minggu (23/11) malam.

Selain itu, Try menjelaskan Inpunitas berkaitan dengan hukum yang harus ditegakkan oleh para penegak hukum itu sendiri, Contoh kecil yang terjadi di Kota Cirebon, yaitu dalam kasus pengadaan Mobil dinas (Mobdin) Muspida, yang diduga mengandung unsur penyalahgunaan wewenang dan  gratifikasi. Tetapi sampai saat ini belum ada kepastian hukumnya.

“Prinsip Imparsial (Independensi) para penegak hukum tidak berarti lagi.” Tndas Try singkat.

Masih menurut Try, dalam aksi refleksi malam ini, pihaknya menuntut agar para penegak hukum bisa menyelasaikan secara tuntas sejumlah kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. Khususnya di kota Cirebon, usut tuntas dugaan Korupsi pengadaan Mobdin Muspida.

“Hukum harus selalu adil dan ditegakkan, maka dari itu usut tuntas semua kasus yang melanggar hukum, karena Hukum tak memandang siapa.” Pungkasnya. (CT-124)

BACA JUGA:   Cegah Covid-19, Lapas Majalengka Bebaskan 39 Warga Binaan

Komentar

News Feed