oleh

Fraksi Golkar Catat Hal yang Perlu Dibenahi Pemkab Cirebon

Cirebontrust.com – Hasil evaluasi penggunaan APBD tahun 2016, fraksi Partai Golkar memberikan catatan ada tujuh hal yang perlu dilakukan pembenahan oleh pemerintah Kabupaten Cirebon.

Anggota Fraksi Golkar H Khanafi menyebutkan, yang pertama kinerja pemerintah daerah belum dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Padahal, melihat APBD tahun 2016 sebesar Rp3,443 triliun dan terealisasi sebesar Rp3,571 triliun atau mencapai 103,71 persen. Hal itu patut diapresiasi, karena pemerintah mampu merealisasikan anggaran.

“Kami pula mengapresiasi atas perolehan WTP yang kedua kalinya. Tapi kami harap opini WTP ini dapat dipertahankan, namun bukan hanya dalam hal laporan keuangan saja akan tetapi dibarengi dengan kinerjanya,” kata Khanafi.

Kedua, lanjut dia, terkait dengan penyelenggaraan program dan kegiatan di Dinas PUPR sebagai dinas pengguna anggaran tertinggi. Akan tetapi, output dan outcame belum memuaskan publik.

“Salah satu contohnya, masih banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan. Bahkan sempat menjadi viral di media sosial dengan sebutan ‘wisata jeglugan sewu’,” paparnya.

Khanafi mengaku kecewa, karena aspirasi dewan dari tahun 2015-2017 tidak mendapat respons positif dari pemerintah. Dengan alasan minimnya anggaran, padahal sebenarnya dinas PUPR tidak punya greget dalam hal perbaikan infrastruktur.

Terbukti dengan menurunna dana alokasi khusus (DAK) yang diterima tahun 2017.

“Bisa cek ke lapangan seperti apa, masih banyak ditemui jalan berlubang,” cetusnya.

Masih disampaikan politisi partai berlambang beringin ini, yang menjadi sorotan selanjutnya yakni pelayanan di RSUD. Dinas Kesehatan merupakan pengguna anggaran terbesar kedua.

Namun masih saja ada pelayanan publik di bidang kesehatan yang terkesan lamban dan fasilitasnya kurang representatif.

“Kemudian beberapa poin selanjutnya yang juga harus mendapatkan perhatian serius pemerintah yakni masih tingginya siswa SMP yang belum bisa membaca. Serta pelayanan administrasi kependudukan. Kami melihat masih perlu dibenahi,” jelas Khanafi. (Sukirno Raharjo)

Komentar