oleh

Fery Priyatna, Pelukis Kaca dengan Teknik Air Brush Pertama di Cirebon

CIREBON (CT) – Pelukis adalah profesi yang jarang digeluti orang banyak, karena bukan hanya tingkat kesulitannya, namun juga butuh imajinasi dan kreatifitas tingkat tinggi untuk mendapatkan hasil yang baik. Tidak jarang, masyarakat awam beranggapan bahwa melukis adalah bakat alam atau sangat sulit untuk dipelajari, Senin (29/12).

Fery Priyatna (30) warga Desa Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, misalnya, dirinya sudah lama menggeluti bidang seni lukis semenjak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga sekarang, tanpa menempuh pendidikan khusus terkait seni lukis.

Awalnya, pria yang selalu memakai topi kecil tersebut, hobi menggambar dengan media cat dengan teknik air brush, yakni cat yang dimasukan mesin kompesor dan kemudian disemprotkan ke objek media, waktu itu dirinya menggunakan objek tembok, jalanan dan body kendaraan. Sampai dirinya pernah juara satu kontes air brush tingkat nasional desain motor tahun 2010.

Namun, pria yang kini memiliki sebuah galeri lukisan tersebut, mempunyai ide untuk melukis kaca dengan teknik air brush, karena menurutnya, pelukis kaca dengan teknik tersebut tidak banyak, karena tingkat kesulitan lebih tinggi.

Dari hal itulah yang membuat Fery merasa tertantang dan dirinya memantapkan untuk fokus pada lukisan kaca dengan teknik Air Brush tersebut. Sampai saat ini Fery sudah membuat ratusan lukisan kaca dan juga dirinya memiliki sebuah galeri di Jakarta.

Dari harga lukisan karyanya sangat bervariasi yakni, dari harga Rp. 500.000 hingga Rp. 5.000.000, tergantung tingkat kesulitan. Impian terbesar Fery, yaitu ingin membuat pagelaran tunggal, yakni, melukis secara langsung dihadapan penonton.

“Saya ingin membuat pagelaran tunggal, melukis langsung dihadapan penonton,” ujarnya.

Untuk produksi sendiri masih dilakukan di galerinya yang di Jakarta, namun bila ada pesanan dari daerah manapun termasuk Daerah Cirebon, ia siap menerima, kedepannya Fery akan membuka galeri-galeri lukisannya diberbagai daerah. (CT-127)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed