oleh

DKP Indramayu Tutup Mata dan CSR Pertamina tak Pernah Diberikan

INDRAMAYU (CT) – Tumpukkan sampah yang tercecer di jalan pertamina desa Jangga blok rancagunda kecamatan Losarang, tentunya menjadi masalah serius, apalagi dengan kondisi sampah yang berserakan seperti itu, sehingga membuat pemandangan yang tidak enak dipandang.

Hal itu akibat tidak adanya tempat pembuangan sampah di wilayah tersebut dengan cara diberikan tempat pembuangan akhir yang menggunakan truk bak sampah atau dibuatkan TPA permanen.

Apalagi beberapa waktu lalu pihak pemerintahan desa Jangga juga di himbau oleh Pertamina agar masyarakat sekitar tidak membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut, namun himbauan itu tidak di barengi dengan memberikan solusi dan bantuan apapun dari Pertamina.

Salah satu warga sekitar, Yudi, mengeluhkan atas kondisi itu, pasalnya masyarakat dibuat bingung dengan himbauan dari pertamina melalui surat yang dilayangkan ke pemerintahan desa Jangga agar masyarakat tidak membuang sampah di lokasi tersebut.

“Ya harusnya jangan cuma melarang, tapi juga berikan solusinya mau dibuang kemana sampahnya, kan disini gak ada TPA nya,” ungkapnya, Senin (25/07).

Sementara, Kuwu desa Jangga, Nedi Prasetyo A.Md, ketika dikonfirmasi CT terkait hal tersebut, menerangkan, jika pihaknya sudah pernah meminta bantuan bak truk sampah ke DKP Indramayu, namun menurutnya, dari pengakuan petugas DKP bahwa Bak Truk sampah sudah tidak ada.

“Kita sudah pernah mengajukan permohonan bantuan ke DKP, agar diberikan bak truk sampah, namun katanya sudah tidak ada lagi,” terangnya.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah mengajukan proposal bantuan ke Pertamina Field Jatibarang, yang ada di wilayah desa Jangga jalan pertamina cemara blok Rancagunda, agar diberikan bantuan berupa Bak Truk sampah. Namun hingga saat ini bantuan tersebut tidak kunjung diberikan.

BACA JUGA:   Umat Islam Harus Berjuang Wujudkan Sunah Nabi

Apalagi, menurutnya, selama ini tidak pernah ada bantuan CSR dari Pertamina Field Jatibarang ke desa Jangga, padahal banyak sumur bor di wilayah tersebut yang masih berproduksi.

“Ada sekitar 10 sumur bor di desa Jangga yang masih produksi, itu sudah berjalan puluhan tahun, namun hingga saat ini tidak pernah ada bantuan yang diberikan selama saya menjabat sebagai kepala desa Jangga,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar bantuan baik dari DKP Indramayu atau pertamina field jatibarang segera diberikan untuk kepentingan bersama masyarakat desa Jangga, agar persoalan sampah di wilayah tersebut bisa segera teratasi, sehingga sampah tidak lagi tercecer seperti itu. (Didi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed