oleh

Dinas Pangan Majalengka Gelar Pelatihan Olahan Pangan

Citrust.id – Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan Desa Kagok, Banjaran, mengikuti workshop dan pelatihan pemanfaatan pekarangan dan penganekaragaman pengolahan pangan. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pangan Kabupaten Majalengka itu berlangsung selama lima hari

Workshop tersebut dihadiri unsur pemerintahan desa, kecamatan, BPP wilayah Banjaran dan Talaga. Sebagai pembicara, trainer sekaligus motivator, yakni Etik Agus Tristiyani dari Yogyakarta.

Ketua KWT Flamboyan, Hj. Yoyoh Tohiroh, mengatakan, kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama ibu-ibu anggota KWT, tentang carabmemanfaatkan pekarangan supaya produktif dan hasilnya bisa dipasarkan serta mampu membuat beraneka ragam menu dan produk olahan pangan,

“Hasilnya bukan hanya dikonsumsi pribadi, tapi juga bisa dijual melalui kelompok sehingga menambah perekonomian keluarga,” tutur Yoyoh.

Kepala Dinas Pangan Kab. Majalengka , Wawan Suwandi, melalui Kepala Bidang Kemandirian dan Kedaulatan Pangan, Ida Heriyani, menyatakan, dirinya sangat menyambut baik kegiatan itu karena sejalan dengan kebijakan ketahanan pangan. Pemantapan ketahanan pangan meliputi aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan dan pemanfaatan pangan.

“Aspek ketersediaan pangan fokus pada peningkatan ketersediaan pangan yang beranekaragam berbasis potensi sumber daya lokal, dan memantapkan penanganan kerawanan pangan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dan kelaparan. Dalam aspek keterjangkaun pangan, difokuskan pada stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta pengelolaan cadangan pangan.” tutur Ida

Sedangkan pada aspek pemanfaatan pangan, difokuskan pada percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya dan kearifan local, dan ditunjang dengan pengawasan mutu dan keamanan pangan segar.

Sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Majalengka, Ida mengimbau seluruh masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan supaya lebih produktif bisa menghasilkan dan menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Kami akan terus mengembangkan kegiatan serupa di berbagai wilayah. Tujuannya menumbuhkan pemberdayaan masyarakat di bidang ketahanan pangan sehingga masyarakat mampu mandiri di bidang pangan menuju masyarakat Majalengka Raharja,” tuturnya. (Abduh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed