oleh

DCKTR Akui Kekurangan Armada dalam Pengelolaan Sampah

CIREBON (CT) – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Cirebon kekurangan armada angkutan sampah. Hal ini terlihat dari jumlah armada pengangkut sampah yang beroprasi, dari 40 armada yang ada, hanya 15 yang beroprasi. Selasa (16/12).

Lambatnya penanganan sampah, tidak hanya diakibatkan oleh kapasitas sampah yang menumpuk, tetapi keadaan ini juga didukung oleh kurangnya armada pengangkut sampah. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai.

Ironisnya, mobil pengangkut sampah yang paling baru bahkan keluaran tahun 2003. Menurut Kholidin selaku kepala bagian Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), selama ini dana untuk perawatan kendaraan sangat kurang. Ditambah harga suku cadang yang harganya naik, jadi wajar saja bila dari 40 kendaraan yang ada hanya 15 yang beoperasi, jumlah ini jelas tidak akan mampu mengatasi sampah yang ada di Kabupaten Cirebon. Idealnya, untuk keberadaan kendaraan pengangkut sampah setiap kecamatan minimal satu kendaraan, dan setiap desa terdapat minimal 3 buah kendaraan pengangkut sampah.

“Ini jelas jauh dari kata layak, Kabupaten Cirebon kan ada 40 kecamatan, harusnya ada 40 kendaraan, kalo cuma 15 kendaraan yang beroperasi, ini tidak akan mampu mengatasi sampah di Kabupaten Cirebon,” ujar Kholidin.

Disamping itu, pihak DCKTR membuka peluang lebar bagi masyarakat yang berinisiatif mengelola sampah yang ada, bahkan mereka siap menerjunkan instruktur bagi mereka yang tidak tahu cara mengelola sampah. Dengan mengajukan permohonan kepada DCKTR mereka siap untuk memberikan rekomendasi dan pelatihan.

Termasuk gerobak yang ada, siap disalurkan kepada mereka yang akan memanfaatkan sampah yang ada di lingkungan masing-masing. Ini adalah program DCKTR yang pada akhirnya sebagai alternatif dalam mengatasi sampah yang ada.

BACA JUGA:   Penetapan Balon Kades Bojong Sempat Ricuh

“Kami siap bila ada masyarakat yang ingin mengelola sampah. Tinggal ajukan saja kepada DCKTR dan kami siap untuk melatih bagi mereka yang membutuhkan pelatihan tentang penanganan sampah.” Tambah Kholidin. (CT-107)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed