oleh

Daging Rajungan Waruduwur Tembus Pasar Amerika

CIREBON (CT) – Tidak banyak yang tahu bahwa potensi ekonomi kelautan Cirebon sangat menjanjikan, contohnya nelayan di Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, hampir mayoritas nelayannya mencari rajungan untuk diolah atau dipisahkan daging dari cangkangnya, yang nantinya akan di kemas kemudian diekspor keluar negeri.

Yadi (31) contohnya, salah satu warga Desa Waruduwur yang tergolong berhasil dalam menggeluti usaha tersebut. Dirinya mengawali usaha ini dari tahun 2001 hingga sekarang.

Setiap hari Yadi membeli rajungan dari nelayan setempat yang nantinya akan diolah dan dikemas, dengan harga bervariasi, tergantung ukuran rajungannya, paling murah Rp.30.000 dan yang mahal Rp.70.000 per kilogram.

Dalam waktu satu hari Yudi bisa mengumpulkan sekitar 700 kilogram daging rajungan, dirinya bisa mengirim daging rajungan ke mitranya untuk diekspor dengan harga perkilonya mencapai Rp. 200.000 dan keuntungan bersih yang di peroleh Yadi yaitu Rp. 2.000.000 per hari.
Bukan hanya itu saja, berkat usahanya Yadi bisa membuka lahan pekerjaan sehingga bisa mengurangi angka pengangguran.

sampai hari ini jika stok rajungan banyak, dirinya bisa menyerap tenaga kerja sekitar 200 orang. Cara pemisahan daging dari cangkangnya, yakni dengan sistem manual atau tenaga manusia, sehingga terjamin kemurnian dagingnya.

Dari kebersihannya pun, Yadi sangat memperhatikannya demi menjaga kulitas yang baik, sampai-sampai ia berlakukan 3 tahapan steril kapada karyawannya sebelum masuk ruangan yang harus dijalani, yakni cuci tangan dengan sabun, kemudian menggunakan chlorin atau penetralisir bakteri supaya tidak berkembang dan yang terakhir yaitu menggunakan Alkohol.

Menurut Yadi, daging rajungan tersebut untuk di konsumsi, karena kandungan gizinya sangat baik sekali. Tujuan Ekspornya yaitu ke Negara Amerika serikat.

“Daging rajungan yang saya kelola adalah jenis rajungan yang terbaik, di Asia tenggara rajungan yang paling bagus hanya di Indonesia, makanya kenapa kemudian orang Amerika menyukai rajungan kita, karena keoriginalitasannya,” ujar Yadi. (CT-127)

BACA JUGA:   KAI Batasi Kapasitas Penumpang hingga 50 Persen

Komentar

News Feed