Batu Bara Tumpah di Perairan Cirebon, Ancaman bagi Kerang Hijau

Citrust.id – Tumpahan batu bara di perairan Cirebon memicu kekhawatiran terhadap potensi pencemaran lingkungan laut dan dampaknya bagi petani kerang hijau. Insiden tersebut terjadi setelah tongkang BG VIMAR TRANS 301 yang mengangkut sekitar 7.525 metrik ton (MT) batu bara milik PT Indojaya Trans Samudra dilaporkan dalam kondisi miring sehingga sebagian muatannya tumpah ke laut.

Akibat kejadian itu, perairan di sekitar lokasi tampak menghitam. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu kualitas air laut dan berpotensi memengaruhi aktivitas budidaya kerang hijau yang tersebar di Perairan Cirebon.

Pembina Petani Kerang Hijau Kota Cirebon sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitrah Malik, mengaku belum dapat memastikan dampak ilmiah batu bara terhadap kerang hijau. Namun, ia menilai kondisi perairan yang berubah warna menjadi perhatian serius.

“Kalau dampaknya saya kurang paham betul ya, apakah memang batu bara ini akan berefek beracun terhadap petani atau kerang hijau yang ada di situ,” ujar Fitrah Malik.

Ia menjelaskan, sebagian muatan batu bara diduga terkikis oleh ombak setelah tongkang dalam kondisi miring sehingga mencemari perairan.

“Batu baranya itu terkikis oleh ombak hingga mencemari laut sehingga berwarna hitam. Kami mengkhawatirkan akan berdampak terhadap pencemaran bahkan memengaruhi para petani kerang hijau yang cukup banyak di Perairan Cirebon ini,” katanya.

Fitrah juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan pencemaran laut yang dapat berdampak pada kerang hijau sebagai komoditas konsumsi masyarakat.

Karena itu, ia mendesak pemilik tongkang maupun pemilik muatan batu bara agar segera melakukan pemindahan muatan ke tongkang lain untuk mencegah dampak yang lebih luas.

“Oleh karena itu kami meminta kepada pihak-pihak terkait, khususnya kepada pemilik tongkang atau pemilik batu bara untuk segera memindahkan batu bara yang ada ke tongkang yang lain untuk dibawa ke pelabuhan atau ke darat,” tegasnya.

BACA JUGA:  Antrean Online Mobile JKN Beri Kepastian Layanan di Fasilitas Kesehatan

Selain itu, Fitrah meminta sejumlah instansi terkait turut mengawal penanganan insiden tersebut agar dapat segera diselesaikan.

“Dan pihak terkait, misalnya seperti KSOP, Pelindo, kemudian Polairud juga agar bisa mengawal karamnya tongkang batu bara ini bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

Mengenai jumlah petani kerang hijau yang berpotensi terdampak, Fitrah menyebut jumlahnya cukup banyak. Menurutnya, terdapat petani yang tergabung dalam kelompok maupun yang menjalankan usaha secara mandiri.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada laporan keluhan dari para petani kerang hijau. Fitrah mengatakan ia baru menerima informasi mengenai tongkang yang miring dan kondisi air laut yang menghitam.

“Sementara ini belum ada keluhan karena kami juga baru mendapatkan info ada kapal tongkang yang tenggelam kemudian air lautnya berwarna hitam,” pungkasnya. (Haris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *