oleh

Baku Tembak dengan Kelompok Santoso, Satu Anggota TNI Tewas

Ilustrasi

JAKARTA (CT) – Tim Satgas Operasi Tinombala melakukan kontak senjata dengan kelompok teroris Santoso, hingga mengakibatkan seorang prajurit TNI meninggal dunia.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, dalam kontak senjata yang terjadi di hutan Poso itu dua orang terkena tembakan. Akibatnya satu orang meninggal dunia, gugur dalam tugas, satu kena punggungnya masih kritis.

“Mereka berdua sudah diamankan, dievakuasi ke rumah sakit,” tutur Rikwanto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/12).

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengatakan, kedua anggota yang tertembak adalah, Pratu Yusuf Bahrudin dan Prada Imam Hanafi. Baku tembak terjadi saat keduanya sedang menyusuri jejak kaki yang diduga kelompok Santoso.

“Mereka mau menyerang tapi lebih dahulu ketahuan, akhirnya ada baku tembak yang mengenai dada Praptu Yusuf hingga menyebabkan meninggal dunia dan luka punggung pada Prada Imam Hanafi,” papar Rikwanto.

Dia menegaskan saat ini kelompok teroris Santoso dalam kondisi terdesak. Sebab jumlah simpatisan semakin sedikit dan jumlah suplai logistik serta amunisi ke kelompok Santoso semakin tiada.

“Amunisi, logistik dan juga jumlah simpatisan semakin terbatas sehingga mereka dalam kondisi terdesak,” papar Rikwanto.

Saat ini untuk menambah logistik serta amunisi, kelompok Santoso sudah semakin sulit. Karena semua jalan sudah ditutup sehingga hidup kelompok Santoso seadanya. “Mereka hidup seadanya di tengah hutan,” terangnya.

Diperkirakan jumlah kelompok Santoso tersisa 10 hingga 15 orang. Jumlah mereka tidak bertambah, karena tidak ada simpatisan yang masuk untuk membantu mereka.

“Tidak ada simpatisan baru, tinggal sisa-sisa saja yang masih ada,” pungkasnya. (Eros)

BACA JUGA:   Ini Penjelasan Kuasa Hukum INA terkait Penembakan di Ruko Sakura

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed