oleh

Bakal Ada Penyambungan Pipa, PAM Tirta Giri Nata Siapkan Antisipasi Gangguan

Citrust.id – Pembangunan reservoir Perumda Air Minum (PAM) Tirta Giri Nata Kota Cirebon sempat tertunda lantaran pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Hal tersebut berdampak terhadap jadwal rencana operasional.

Dirut PAM Tirta Giri Nata, Sopyan Satari SE mengatakan, pihaknya bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat Kementerian PUPR sudah melakukan koordinasi untuk secepatnya penyelesaian proyek tersebut dilakukan.

“Ada syarat yang harus ditempuh dalam lanjutan pembangunan, sehingga selama pandemi kita tunda lantaran tidak berani menutup aliran air ke masyarakat. Sekarang, kita meminta kembali kepada balai, agar segera dilanjutkan,” ujarnya usai pertemuan di ruang rapat kantor PAM Tirta Giri Nata Cirebon, Kamis (18/6) pagi.

Pria yang akrab disapa Opang itu mengaku, pekerjaan pembangunan yang akan dilakukan adalah tapping pipa baru ke pipa lama. Finishing ini direncanakan akan dilakukan pada pekan depan.

“Selama pengerjaan, aliran air ke masyarakat akan tertunda selama sekitar 8 jam. Khususnya kepada 90 persen pelanggan. Dengan demikian, kami akan menyosialisasikan kepada masyarakat agar memiliki stok menggunakan torn,” ujarnya.

Selain itu, kata Opang, proses finishing juga akan berdampak pada aliran air hingga sepekan. Dikarenakan uji coba aliran pada pipa baru. Makanya, PAM Tirta Giri Nata akan menyiagakan mobil tangki untuk berjaga saat masyarakat membutuhkan kiriman air.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat Kementerian PUPR, Feriqo A Yogananta ST MT mengaku, sudah menyetujui rencana lanjutan pembangunan ini. Karena air menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

“Untuk semua proses pemasangan, diperkirakan selesai selama dua hari. Namun, eksesnya mungkin akan sampai sepekan, lantaran ada prosesi pengisian dan pembuangan,” ujarnya.

Feriqo juga menegaskan, bahwa pemberhentian aliran mungkin hanya 8 jam. Sedangkan sisa waktu selama sepekan untuk uji coba bukan berarti air berhenti mengalir, melainkan volume air yang berkurang.

BACA JUGA:   Perubahan KUA PPAS Prioritaskan Penanganan Kesehatan dan Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19

“Selama pelaksanaan, kami minta agar memperhatikan kondisi di lapangan. Dengan adanya kajian bersama ini, bisa mengatur langkah dan menemukan alternatif agar meminimalisir ekses,” kata dia. (Aming)

Komentar

News Feed