oleh

Anggota DPRD Kuningan Keluhkan Pasokan Air Bersih yang Tak Merata

Citrust.id – Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Kabupaten Kuningan mengalami kesusahan air bersih, antara lain di kawasan Kuningan Timur. Seperti dikatakan Anggota DPRD Kuningan, Reni Parlina. Dirinya kesulitan mendapatkan air bersih sejak Januari.

“Tempat tinggal, Perum Korpri Cigintung, kesulitan air bersih sejak Januari. Saya kerap begadang untuk mendapatkan air bersih,” paparnya, Kamis (27/8/).

Aleg Fraksi Demokrat itu juga mengeluhkan kualitas air yang keruh dan kadang berbau amis. Ia pun mempertanyakan soal pasokan air yang tidak merata, tidak sama dengan wilayah lain.

“Padahal Kabupaten Kuningan kaya akan sumber daya air. Tetapi, jumlah air yang keluar tidak sama. Contohnya tidak jauh dari Perum Cigintung, yaitu Perum Januraga. Pasokan air ke Januraga sering lancar. Giliran pasokan air ke perum kami malah sebaliknya,” keluh Reni.

Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, tak jarang ia membeli 4.000 liter air seharga Rp250 ribu dari tangki PAM Tirta Kamuning. Reni berharap, pasokan air di wilayahnya segera teratasi.

“Semoga cepat. Jangan sampai menunggu masyarakat mendemo, baru dikerjakan,” tandasnya.

Sementara itu, Asda II Setda Kuningan, Deni Hamdani, sekaligus Dewan Pengawas PAM Kuningan, mengatakan, ada beberapa kendala yang menyebabkan susah pasokan air.

‚ÄúSalah satunya perubahan instalasi atau jaringan pipa PAM dari mata air. Apalagi dalam waktu dekat, mata air Cibangir akan segera dilaunching,” ungkapnya.

Deni menyebutkan, PAM Kuningan menemukan titik mata air baru. Seperti di daerah Karangkancana dan sejumlah daerah lainnya. Mata air Curug Bangkon akan difokuskan untuk memasok kebutuhan air di wilayah Kuningan Timur.

“Tidak hanya itu, mata air Cibulan juga akan diprioritaskan untuk mencukup kebutuhan warga Kuningan timur,” pungkasnya. (Andin)

BACA JUGA:   Graduasi KPM PKH 2020 Bisa Meleset karena Pandemi Covid-19

Komentar

News Feed