oleh

Alumni IPB Ini Kembangkan Keripik Pisang “Appolo”

Majalengkatrust.com – Kaum muda dapat menjadikan teladan apa yang dilakukan Dudu (31) warga Blok Margaasih Desa Campaga Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka ini memilih mengembangkan UKM (usaha kecil menengah) sesuai potensi desanya daripada bekerja ke orang lain walaupun dia lulusan IPB (Institut Pertanian Bogor).

Dudu kepada CT ketika ditemui di rumahnya, Minggu (04/06) mengatakan dirinya mengembangkan usaha membuat keripik pisang dengan merk “Pisang Apollo” karena bentuknya seperti pesawat luar angkasa Apollo berawal dari kesadaran banyaknya buah pisang yang ditanam di desanya.

Dikatakan dia, awal usahanya mulai tahun 2015 awalnya bergabung dengan kelompok tani Cempaka Tani Mandiri di Blok Margaasih Desa Campaga.

“Melihat potensi lokal banyak Pisang Roid, yang secara ekonomis rendah dan jarang dimanfaatkan masyarakat. Beda dengan pisang yang lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi akhirnya bersama kelompok tani merintis usaha keripik pisang, dan sekarang sudah melebar dengan adanya keripik nangka dan keripik salak,”ungkap Dudu yang alumni ilmu gizi IPB Bogor ini.

Dikatakan dia, penggorengan yang dipakai bukan wajan biasa namun sejenis vakum yang dibuat rekannya di IPB dengan kapasitas sekali goreng 12 kg bahan baku.

“Satu tahun trial and error, sering gagal, setelah pengoperasian mesin, suhu dan teknik penggorengan yang diatur baru bertemu keripik pisang yang enak dan tidak keras,” ungkap dia.

Dikatakan dia, awalnya patungan dengan Kelompok Tani, namun seiring perjalanan waktu jadi usaha pribadi karena yang lain mundur teratur tidak tahan proses trial and error.

Dikatakan dia, saat ini order dari Jakarta per bulan mencapai 1 ton per item untuk keripik Nangka, Pisang dan Salak dengan omzet satu bulan Rp. 35 juta sampai Rp. 50 juta.

BACA JUGA:   Garda Mall Solusi Kebutuhan Otomotif Era Digital

“Pisang ini bahan bakunya dari warga sekitar, kalau Nangka dari Rajagaluh, sedangkan Salak dari Ciamis dan Banjar,” ungkap Dudu.

Diungkapkan dia, untuk Keripik Pisang bahan baku yang dihabiskan per Minggu 7 kwintal karena dikejar matang dengan harga Rp. 1.800 per kg, sedangkan bahan baku nangka 5-7 kwintal per bulan, Salak 3 kwintal per bulan.

Dudu mengungkapkan harga Keripik Pisang dengan merk “Pisang Apollo” tersebut per kemasan Rp. 17.500 per kemasan ukuran 250 gram sedangkan Keripik Nangka dan Salak per kemasan 100 gram dijual Rp. 11 ribu.

“Dipasarkan sudah sampai Bogor dan Jakarta, di Cirebon sudah masuk Toko Oleh-Oleh dan sudah masuk sebuah Supermarket atau Pasar Swalayan terkenal dengan sistem konsinyasi,” ungkap wirausahawan muda yang juga merangkap suplaier sayuran ini. (Abduh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed