oleh

Adipaty Culinary Cirebon Hadirkan Makanan Khas Tempo Dulu

CIREBON (CT) – Cirebon cukup kaya akan warisan kuliner dengan citarasa yang khas. Walau begitu, di kota ini tidak banyak destinasi kuliner yang memunculkan kembali cita rasa makanan khas Cirebon tempo dulu. Adipaty Cirebon Culinary Heritage, di jalan Wahidin, Kota Cirebon merupakan salah satu tempat alternatif bagi yang ingin merasakan sensasi makanan khas abad 19 Karesidenan Cirebon (meliputi Cirebon, Kuningan, Indramayu, dan Majalengka).

Seperti dikatakan Husen, dari Adipaty Cirebon Culinary Heritage, tempatnya menawarkan makanan ala Cirebon tempo dulu yang sangat digemari pada masanya. Sebut saja Ayam Goreng Sambal Peda, yakni sambal peda yang disandingkan dengan ayam kampung goreng, dicampur sambal goreng, intip tahu, dan pete bakar.

Ada juga Pindang Gombyang, berupa sup ikan khas Cirebon disajikan dengan ikan goreng dan sambal bawang. Tak kalah menggoda adalah Ikan Kuro Asin Manis Sambal Peda, berupa ikan kuro goreng dicampur sambal peda.

“Sayangnya, makanan tersebut kini bisa dikatakan hampir punah,” ujar Husen, Sabtu (27/02).

Selain makanan ala heritage tadi, kata Husen, Adipaty juga menyediakan menu makanan masa kini. Seperti roti bakar, dessert, dan berbagai jenia minuman seperti aneka jus dan kopi. Adipaty juga dihiasi dekorasi heritage dengan ornamen tradisional sebagai pemanis yang serasa membawa pengunjung ke masa dulu.

Selain itu, customer dapat mengadakan berbagai acara, seperti ulang tahun, arisan, atau rapat tanpa dikenakan biaya sewa tempat, cukup bayar makanan dan minumannya saja. Untuk booking tempat Close Publik, customer dapat mengadakan acara tadi maksimal 100 orang.

Adipaty ditutup sementara dan pengunjung lain tidak diperbolehkan masuk maksimal kecuali untuk keperluan acaran maksimal dua jam. Untuk itu, customer harus order makan minum minimal Rp. 4 juta tanpa sewa tempat dan biaya servis.

BACA JUGA:   MUA Ciayumajakuning Antusis Ikuti Kompetisi Tata Rias QL Cosmetic

Sedangkan booking Open Public, customer tidak dikenakan batasan minimal order makan minum. Acara maksimal berlangsung dua jam dan pengunjung lain pun bisa masuk seperti biasanya.

“Walau bertemakan tempo dulu, pengunjung yang datang ke sini didominasi anak muda untuk bersantap makan maupun sekedar kongkow,” kata Husen. (Haris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed