oleh

Vihara Dharma Bakti, Pecinan, Jakarta Saat Menghadapi Imlek

Citrust.id – Pemandangan Vihara Dharma Bhakti adalah satu dari 3 vihara tua di Jakarta yang masih berfungsi hingga kini. Lokasinya berada di Jalan Kemenangan III, Pecinan Glodok, Jakarta Barat. Dari ketiga vihara, setiap mendekati waktu imlek setiap tahunnya selalu di datangi oleh para pengemis sampai puluhan orang.

Pada tahun ini seperti biasa mendekati hari pelaksanaan Imlek yang akan dilaksanakan jumat 16 februari 2018, maka akan semakin banyak. “biasanya dari tahun lalu, mereka dari berbagai daerah datang untuk harapkan angpao dari para pengunjung yang datang ke vihara ini” Ucap Gunawan jajaputra pengurus Vihara Dharma Bakti.

Vihara Dharma Bhakti adalah satu dari 3 vihara tua di Jakarta yang masih berfungsi hingga kini. Lokasinya berada di Jalan Kemenangan III, Pecinan Glodok, Jakarta Barat. Dari ketiga vihara, Dharma Bhakti dikenal sebagai vihara paling tua yang dibangun pada tahun 1650 oleh seorang Luitnant Tionghoa, Kwee Hoen. Pada awal berdirinya, vihara ini dinamakan Koan Im Teng (Paviliun Koan Im).

Vihara berusia ratusan tahun ini sempat hangus terbakar pada tragedi pembantaian etnis Tionghoa pada 1740. Pada 1755 tempat ini kembali dibangun oleh Kapitein Oei Tjhie dan diberi nama Kim Tek Ie. Kim Tek Ie dalam dialek suku Hok Kian berarti “Kelenteng Kebajikan Emas”. Dalam dialek Mandarin, nama vihara dikenal dengan Jin De Yuan. Makna dari nama ini mengingatkan manusia untuk lebih mementingkan kebajikan antar sesama dan bukannya mementingkan kehidupan duniawi saja.

Berada di kawasan yang juga dikenal dengan sebutan Petak 9, Vihara Dharma Bhakti termasuk vihara besar, menempati lahan seluas 3000 m². Vihara ini menjadi tempat pemujaan bagi para dewa dari golongan Taois, Confucianis maupun Budhis Mahayana.

BACA JUGA:   Komisi II DPRD Kota Cirebon Pertanyakan Konsep Cirebon Bersih DLH

Sebagai vihara tertua, tentu ia menyimpan nilai sejarah tersendiri yang turut menyumbang daya tarik Pecinan Glodok. Kunjungi vihara ini untuk melihat bagaimana etnis Tionghoa menjalankan kegiatan religi mereka atau bisa menjadi wisata religi bagi pemeluknya. Jangan lupa untuk mengagumi bangunan ibadah bernilai sejarah serta sejumlah artefak atau benda-benda vihara yang berumur ratusan tahun. Ukiran kayu, jendela bundar yang mengapit pintu utama, ukiran huruf China pada pilar-pilar, patung dewa, gambar naga, dan burung hong yang menghiasi vihara ini seolah menambah semarak estetika yang dimilikinya.

Berdirinya sebuah bangunan ibadah agama Buddha yang berada di Komplek Taman Duta Mas Jelambar, Jakarta Barat yang diberi nama “Vihara Dharma Bhakti” ternyata merupakan sebuah hasil dari perjuangan yang luar biasa dan panjang dari para penggagas serta orang-orang yang pertama kali merintisnya yang bermula dari kota Palembang, Sumatera Selatan.

Yayasan ini didirikan dengan tujuan untuk membentuk wadah kesatuan dan persatuan bagi penganut agama Buddha dari tradisi manapun yang sudah mendapatkan pembinaan secara keagamaan sebelumnya. (diambil dari berbagai sumber) /sw

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed