oleh

Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak, RSUD Waled Datangkan Dokter Ahli dari Amerika

Cirebonntrust.com – Empat dokter ahli dari Amerika Serikat melakukan pelatihan persalinan ibu hamil kepada tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled‎, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Kamis (26/10).

Bekal ilmu yang diberikan dokter ahli Amerika tersebut bertujuan untuk menekan angka kematian pada ibu dan anak. Dimana Indonesia termasuk ‎negara dengan angka kematian ibu dan anak yang cukup buruk.

Dokter ahli dari Amerika yang tergabung dalam organisasi ‎atau lembaga sosial yang bernama LDS Humatarian tersebut, bukan hanya memberikan pelatihan, namun juga menghibahkan peralatan penunjang dan pendanaan.

“Kami diminta. Kami di sini untuk membantu menurunkan angka kematian ibu dan anak. Karena Indonesia saya kira cukup buruk, hingga pelatihan ini dibutuhkan. Namun saat ini perkembangannya Indonesia sedang maju. Di beberapa tahun dalam bidang ini, peningkatannya kualitasnya cukup tinggi,” ungkap DR. George Groberg, salah satu pemateri di ruang pelatihan.

Pria bule yang faseh berbahasa Indonesia tersebut menerangkan, kematian pada ibu dan anak sebagian besar disebabkan oleh faktor ‎pendarahan hebat pasca persalinan. Selain itu, infeksi pada bayi yang baru lahir menjadi salah satu faktor penyebab kematian.

“Kalau untuk peralatan di RSUD Waled standarnya sama dengan di Amerika, hanya saja skill tenaga medis yang belum mumpuni. Pengetahuan mereka kurang. Kami (Amerika) juga tidak begitu bagus. Urutan 30 di tingkat dunia. Yang paling bagus Singapura, dan Norwegia dalam penanganan medis persalinan,” terang DR. George‎.

Pemilihan RSUD Waled sebagai lokasi pelatihan oleh para ahli dari Amerika bukan tanpa dasar. Hal itu didasari karena Kabupaten Cirebon masuk salah satu daerah tertinggi angka kematian ibu dan anak di Provinsi Jawa Barat‎.

BACA JUGA:   Bupati Majalengka Mutasi Ratusan Pejabat di Tengah Pandemi Covid-19

Karenanya, RSUD Waled sebagai rumah sakit daerah yang melayani bukan hanya masyarakat Kabupaten Cirebon, tapi juga luar daerah, yakni Kuningan dan Brebes dipilih sebagai tempat praktik pelatihan tersebut.

“Kita ini yang kedua di Indonesia yang dipilih oleh mereka, sebelumnya Lebak, Banten. Karena ‎Kabupaten Cirebon sangat tinggi se-Jabar angka kematian anak dan ibu, yakni diangka 359 per 1000 untuk kematian ibu, dan 32 per 1000 untuk kematian bayi. Penyebabnya pendarahan pasca persalinan, dan bayinya susah bernapas‎,” ujar dr. Budi Soenjaya, Direktur RSUD Waled. (Riky Sonia)

Komentar

News Feed