oleh

Sungai Citarum Menjadi Sebuah Permasalahan Nasional, Dan Menjadi Agenda Nasional

Citrust.id – Sungai Citarum rupanya menjadi trand mark sendiri bagi akhir kepemimpinan Gubenur Jawa Barat Ahmad Hewriyawan, hal ini dikatakannya saat mengisi acara di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan citarum menjadi tema isi ceramahnya.

Menurutnya,”Kita meminta kepada ITB dan seluruh mahasiswanya untuk mulai terlibat dalam penanganan Sungai Citarum, kita sudah sepakat dengtan Pangdam III Siliwangi, oleh karenanya kita meminta ITB bisa terlibat dalam penelitian tentang Citarum. Dan pada Februari ini gerakan citarum akan dilakukan oleh Presiden RI”, ujarnya di Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAAPK) Kampus ITB (01/02/2018) dilansir Antara.

Lanjutnya lagi, keterlibatan kaum akademisi dari pakar, dosen, mahasiswa dan kaum akademisi menjadi penting bagi penelitian serta pengembangan sungai citarum kedepan, mengenai model sampai dengan perecanaan apa yang akan dilakukan bagi citraum dibutuhkan semua dimensi agar menjadi saesuatu yang lebih baik. Pencemaran Sungai Citarum hingga saat ini masih menjadi persoalan yang masih harus dicari penyelesaiannya.

Diketahui sebelumnya Penataan Sungai Citarum kini menjadi agenda yang diprioritaskan pemerintah. Sebab, sungai yang membelah Kota Bandung dan daerah sekitarnya tersebut sempat menjadi primadona lantaran kejernihannya, beberapa tahun lalu.Sungai yang mempunyai panjang kurang lebih 225 km itu berhulu di Cisanti, lereng Gunung Wayang, salah satu anak Gunung Malabar, Bandung Selatan. Di saat masa jayanya, kehadiran Sungai Citarum yang cukup jernih dan bersih sangat membantu penghidupan masyarakat sekitar. Bahkan, penduduk sekitar juga sangat memelihara kondisinya.Kini, dalam perjalanannya, Sungai Citarum tak lagi berfungsi sebagai pemasok air untuk pertanian. Di sekitarnya, dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) serta waduk.Yang sangat disayangkan, keberadaan PLTA maupun waduk tidak sejalan dengan pemeliharaan lingkungan sekitar. Perlahan, Citarum tercemar. Limbah pabrik dan sampah ruma

tangga menggenangi permukaan sungai. /SW

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed