oleh

Ratusan Warga Cigintung Memilih Bertahan di Lokasi Bencana Pergerakan Tanah

MAJALENGKA (CT) – Sebanyak 60 KK dari 600 KK korban bencana tanah bergerak, di Dusun Cigintung Desa Cimuncang Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka pada April 2013 lalu, memilih bertahan dan menolak direlokasi ke blok Jotang Desa Jagamulya Kecamatan Malausma.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Majalengka Wawan Sarwanto mengatakan, berdasarkan kunjungan dengan tim Geologi Malaysia dan Indonesia, pergerakan di Cigintung sebulan yang lalu menyatakan bahwa pergerakan tanah di Cigintung masih aktif dan berbahaya.

“Bahkan menancapkan sebilah bambu ke tanah pun, bambu itu bergerak,” ungkap Wawan, Senin (24/11).

Wawan mengatakan pihaknya menghimbau agar 60 KK yang masih bertahan tersebut segera pindah ke tempat relokasi yang lahannya sudah tersedia di Blok Jotang dan akan mendapat bantuan stimulus uang pembangunan rumah beserta materialnya.

“Alasan 60 KK itu tidak mau pindah karena ada kuncen setempat yang bilang disana sudah aman dan ada oknum yang memprovokasi akan dilakukan pendataan dan diberi bantuan, padahal yang sebenarnya lahan disana itu masih bahaya,” ungkap Wawan.

Saat ini, menurut Wawan sudah 400 rumah yang selesai dibangun di tempat relokasi, di Blok Jotang dan sudah dihuni oleh 200 KK. Rumah tersebut menurutnya, di bangun di atas tanah seluas 108 M2, dengan luas bangunan 33 M2 bahkan ada yang lebih.

Wawan mengungkapkan dana sebesar Rp. 9 milyar, telah dikucurkan dalam dua termin pencairan untuk membangun 400 rumah dan sisanya akan dicairkan dalam termin ketiga, awal bulan Desember 2014, untuk membangun 200 unit rumah sisanya. (CT-110)

BACA JUGA:   Sempat Kosong, PDP di Majalengka Bertambah

Komentar

News Feed