oleh

Pemerintah Harus Perhatikan Kesejahteraan Guru

CIREBON (CT) – Siapakah guru itu? Mereka yang terdaftar secara administratif atau yang memiliki semangat memberantas kebodohan?. Arief Rachman, M.Si. sekertaris jurusan komunaikasi penyiaran islam (KPI) fakultas Dakwah IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon meberikan penjabaran tentang guru.

Bagi Arief sosok guru adalah orang yang sangat berjasa, sabar, dan pahlawan pendidikan. Seorang guru bukanlah mereka yang hanya berada di sekolah saja, tapi guru adalah mereka yang selalu memberikan kita dorongan, perubahan, dan memberikan ilmu pengetahuan kepada kita.

Namun dimasa yang sangat maju ini, masih banyak guru yang masih terhambat masalah administratif. Mereka yang mengajar di forum pendidikan namun tidak terdaftar di Dinas Pendidikan maka tidak diakui. Bahkan terkesan di perlambat. Hal ini sangat disayangkan.

Harusnya dinas pendidikan menjadi pendamping bagi mereka yang mau mengorbankan tenaga, pikiran bahkan harta mereka. Namun karena tidak memiliki latar belakang pendidikan, tidak tahu prosedur penyelenggaraan lembaga pendidikan dan hanya memiliki semangat, untuk mendidik tanpa skil dalam pendididikan tidak bisa membuka forum belajar.

Sejumlah guru yang mencoba membantu pemerintah, dalam rangka mencerdaskan bangsa, semestinya mendapat dukungan. Bahkan penghargaan yang seharusnya mereka terima untuk jasa yang pernah diperjuangkan. Penghargaan ini bukan berupa kesejahteraan saja, jauh dari itu semua, para guru bukanlah satu-satunya orang yang bertanggungjawab mendidik anak-anak yang mengikuti proses pendidikan.

Namun orang tua jauh lebih berperan dalam pendidikan anak. Jadi seharusnya guru di sekolah dan orang tua menjadi rekan atau partner bagi pendidikan anak-anak. Inilah bentuk penghargaan yang berupa perhatian dan antusias orang tua terhadap guru di sekolah.

Dibeberapa daerah bahkan ada orang-orang yang mengadakan proses belajar, untuk memberantas buta huruf. Dan tidak tersentuh oleh pemerintah atau Dinas terkait. Orang-orang yang harus naik turun jurang, berangkat subuh dan pulang petang hanya untuk memberikan pelajaran kepada beberapa anak didik. Semangat inilah yang menjadikan seseorang menjadi guru yang sesungguhnya. Semangat untuk memberantas buta huruf. Merekalah yang seharusnya mendapat perhatian pemerintah.

BACA JUGA:   Antisipasi Covid-19, Pemkab Majalengka Perketat Perbatasan

Akses publik seperti jalan raya, fasilitas gedung sekolah, transportasi dan fasilitas pendukung lainnya. akan sangat berpengaruh bagi lancarnya proses pendidikan bagi guru ataupun peserta didiknya.

Namun keinginan seorang guru untuk mendidik anak muridnya tidak menjadikan halangan untuk tetap memberikan pendidikan. Oleh sebab itu fasilitas umum pun harus diperhatikan agar tidak menjadi hambatan seorang guru untuk melaksanakan pendidikan.

“bagi saya guru itu sosok yang sangat luar biasa. Bahkan saya setuju dengan pernyataannya menteri pendidikan Anies Baswedan yang mengatakan “guru bukan pahlawan tanpa tanda jasa, karena tanda jasa mereka terletak dihati kita sebagai orang yang dididiknya”. Jelasnya kepada CT di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (25/11).

Selain itu guru seharusnya mendapatkan penghargaan. Yaitu berupa perhatian kita yang tidak menganggap mereka adalah orang satu-satunya bertanggungjawab terhadap pendidikan anak, tapi guru dan orang tua menjadi partner untuk mendidik anak-anaknya.” Pungkasnya. (CT-107)

Komentar

News Feed