oleh

Pembangunan Waduk Cileuweung Lebih Cepat Dibandingkan Daerah Lain

Citrust.id – Progres pembangunan Waduk Cileuweung lebih cepat dibandingkan proyek serupa di daerah lain. Hal itu dikatakan Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi, Agung Makbul. Ia akan meninjau pembangunan proyek strategis nasional tersebut, Kamis (18/2).

Dikatakan Agung, di Jawa Barat dibangun tujuh bendungan untuk mendukung ketahanan air dan irigasi. Salah satu bendungannya ada di Kabupaten Kuningan. Hasil kunjungannya ke bendungan itu akan dilaporkan kepada Menkopolhukam dan dibahas pada rapat kabinet.

“Bendungan Cileuweung prosesnya lebih cepat. Dengan waktu tujuh tahun, progresnya sudah mencapai 97 persen. Proyek bendungan serupa di Indonesia memerlukan waktu cukup lama. Bahkan, ada yang sampai puluhan tahun baru dapat di selesaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Marni Asmarni, Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, mengatakan, untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, pemerintah harus fokus membangun insfratuktur, termasuk mikrotanah.

“Pada tahun 2014-2020, pemerintah membangun 18 bendungan baru yang belum selesai secara sempurna. Setelah itu berlanjut membangun 16 bendungan baru di seluruh indonesia. Ini adalah salah satu usaha menjadikan bangsa kita bergulat di dalam bidang pangan,” ujarnya.

Sekda Kuningan, Dian Rachmaymt Yanuar, mengatakan, pembangunan megaproyek Bendungan Cileweung merupakan proyek strategis nasional dan wujud nyata agenda pemerintah.

“Untuk menunjang pembangunan bendungan, diperlukan pengadaan tanah. Pengadaan tanah tersebut cenderung menimbulkan dampak sosial masyarakat di lokasi kegiatan,” papar Sekda.

Dian mengungkapkan, progres pembangunan proyek tersebut secara fisik mencapai 100 persen dan pengembalian tanah sudah 97 persen. Sedangkan persentase kendala tinggal tiga persen.

“Kendala tersebut insyaallah sudah ada titik temunya. Kami optimisbsemua waduk ini akan diisi air mulai Juli 2021,” katanya. (Andin)

Komentar

News Feed