oleh

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah TK Cahaya Insani Oleh Alfamart

SERANG (CT) – PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (SAT) pengelola Alfamart, Alfamidi melakukan peletakan batu pertama renovasi pembangunan sekolah Taman Kanak-kanak (TK) melalui program sosial  Sekolah Impian.

Program Sekolah Impian merupakan bentuk kepedulian perusahaan di bidang pendidikan, kerja sama antara Alfamart dengan Happy Hearts Fund Indonesia (HHFI).

TK Cahaya Insani yang berlokasi di Serang-Banten, menjadi sekolah pertama yang memperoleh bantuan tersebut. Peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan oleh Public Relations Manager Alfamart, Yulita Arief bersama CEO Happy Heart Foundation Indonesia Sylvia Beiwinkler, Selasa (04/11) kemarin.

Sylvia menjelaskan kondisi bangunan TK Cahaya Insani tidak layak untuk digunakan. “Bangunan terbuat dari bambu, kalau hujan turun air akan merembes masuk dan tanah di sekitarnya menjadi basah, tentunya membuat tidak nyaman bagi anak-anak,” ucap Sylvia.

Sementara menurut keterangan Yulita Arief menjelaskan, melalui bantuan pelanggan Alfamart, bangunan sekolah akan direnovasi agar memenuhi standar pendidikan di Indonesia. “Nanti akan dibangun secara permanen dengan dilengkapi fasilitas alat bermain. Termasuk pengadaan sarana belajar dan permainan edukasi,” jelas Yulita.

Yulita menambahkan, penggalangan donasi pelanggan yang telah berjalan pada 1 – 30 September 2014 telah terkumpul sebesar Rp 1.996.671.52. Titin Suptini, Kepala Sekolah TK Cahaya Insani menyambut gembira program bantuan ini. Ia mengatakan, seringkali ketakutan dan khawatir jika bangunan sekolah ambruk pada saat kegiatan belajar berlangsung.

“Saya takut, tiba-tiba bangunan roboh dan menimpa anak-anak. Saya dan guru-guru disini sangat mengharapkan adanya bantuan untuk renovasi, tapi kami berpikir siapa yang bisa bantu?. Kami bersyukur ada bantuan dari pelanggan Alfamart, ” Imbuhnya.

Menurut Kepala TK Cahaya Insani Titin mengatakan, keterbatasan biaya operasional sekolah menjadi kendala untuk melakukan renovasi. “Awalnya ada lebih dari 30 murid, tapi sekarang hanya ada 20 murid, karena orang tua murid lama kelamaan khawatir akan keselamatan anaknya saat belajar. Untuk memberi bantuan pun para orang tua murid kesulitan, karena mayoritas pekerjaan mereka sebagai petani, ada juga yang menjadi supir,“ jelas Titin.

BACA JUGA:   Walikota Cirebon Ancam Tutup Usaha yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Yulita menambahkan, bangunan TK Cahaya Insani yang memiliki luas 100 m2 ditambah luas taman 60 m2 diproyeksikan dapat diselesaikan dalam tiga bulan ke depan. “Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi pelanggan dalam program Sekolah Impian. Renovasi sekolah selanjutnya akan dilaksanakan di Pangalengan, Kabupaten Bandung pada 11 November dan di Manado yang diproyeksikan akan dilaksanakan pada akhir bulan November,” imbuh Yulita. (CT-091)

Komentar

News Feed