oleh

Pantangan-Pantangan Saat Merayakan Imlek

Ilustrasi

CIREBON (CT)Dalam perayaan tahun baru Imlek sarat akan kemeriahan dan keceriaan. Namun, ada beberapa pantangan dan larangan terhadap kegiatan merayakan Tahun Baru Imlek. Pantangan maupun larangan yang dimaksud antara lain:

Tidak boleh mengucapkan kata-kata negatif seperti mati, miskin, hilang, rusak, hantu, habis, dan lainnya yang bersifat merugikan. Saat membawa gelas, mangkuk, dan piring harus lebih berhati-hati untuk menghindari jatuhnya gelas, mangkuk, dan piring tersebut sehingga pecah. Hari pertama tahun baru Imlek, tong beras (tempat menyimpan beras) tidak boleh kosong untuk menghindari terjadinya kelaparan sepanjang tahun ini. Pantangan untuk menyiram air, menyapu, membuang sampah. Hal ini memiliki arti untuk mengumpulkan rezeki dan harta. Jika kegiatan menyiram, menyapu dan membuang sampah dilakukan berarti membuang rezeki dan harta yang telah dikumpulkan maupun yang akan dikumpulkan.

Pantangan untuk menagih hutang atau membayar hutang, karena keberuntungan akan hilang baik bagi penagih utang maupun peminjam sepanjang tahun ini. Tidak memperbolehkan orang lain untuk mengambil sesuatu dari diri sendiri untuk menghindari pada tahun yang baru semua harta dan rezeki diambil atau direbut oleh orang lain. Pantangan untuk melayat orang yang meninggal dunia. Pantangan memotong rambut, karena memotong rambut pada saat merayakan Tahun Baru Imlek sering dikaitkan dengan pemakaman. Pantangan membunuh, karena membunuh merupakan penyebab dari musibah atau bencana dan perang. Pantangan untuk minum obat untuk menghindari penyakit dan sakit-sakitan pada tahun yang baru ini dan sering minum obat sepanjang tahun.

Anak perempuan yang sudah menikah tidak boleh mengunjungi rumah orang tuanya pada hari pertama Tahun Baru Imlek. Kunjungan biasanya dilakukan pada hari kedua Tahun Baru Imlek. Hal ini dilakukan karena biasanya akan banyak kunjungan tamu di keluarga Suami (rumah mertua) jadi harus membantu untuk melayani tamu-tamu di rumah mertuanya. Pantangan makan bubur dan harus makan nasi, karena pada jaman dulu bubur adalah makanan orang miskin, ini memiliki arti dengan memakan nasi pada Tahun Baru Imlek maka akan membawa rezeki dan menghindari kemiskinan di sepanjang tahun baru ini. Pantangan untuk didesak atau dibangunkan orang saat sedang tidur, hal ini untuk menghindari desakan oleh orang lain sepanjang tahun baru ini. (Net/CT)

BACA JUGA:   Cucu Mantan Bupati Kuningan Beri Bantuan Kendaraan Roda Tiga

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed