oleh

Omzet Turun 75%, Penjual Keripik Melinjo Indramayu Berniat Banting Setir

INDRAMAYU (CT) – Keripik melinjo yang menjadi ciri khas di Desa Benda, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu produksinya mulai menurun, bahkan pabrik-pabrik kecil yang menjamur tersebut mulai kebingungan, Kamis (11/10).

Entah apa penyebabnya produksi keripik melinjo yang sempat populer ini mulai menurun, dan tidak dilirik warga lagi. Padahal saat salah satu penjual yang diwawancari CT itu mengaku bahwa harga melinjo mulai turun. H. Taniah salah satu penjual mengatakan bahwa omzet yang ia dapatkan secara drastis menurun hingga 70%.

“Dulu keripik melinjo ini paling dicari warga , baik warga Indramayu maupun di luar Indramayu hanya sekedar untuk oleh-oleh, memang keripik melinjo ini adalah makanan ringan khas Desa Benda. Omzet kami turun drastis hingga 70%, kami pun kebingungan dengan hasil kami ini,” keluhnya.

Taniah mengaku penurunan ini sudah dari beberapa tahun yang lalu, akan tetapi ia dan rekan-rekan lainnya tetap harus memproduksi keripik melinjo ini. Harga perbungkusnya mereka masih disamakan Rp. 3.500–Rp. 5.000, ia yang sudah 27 tahun memproduksi keripik melinjo ini berniat akan banting setir.

“Penurunan penjualannya sudah dari beberapa tahun lalu, akan tetapi karena keripik melinjo ini merupakan khas dari desa kami, kami pun tetap berusaha memproduksinya. Harga perbungkusnya kami masih samakan sekitar Rp. 3.500 – Rp. 5.000, saya sudah 27 tahun memproduksinya berniat ingin beralih ke usaha yang lain melihat penjualan yang menurun drastis ini,” tegasnya.

Sementara itu, Rini salah satu warga yang dimintai keterangannya oleh CT mengaku bahwa ia dan warga yang lain sudah tidak mengonsumsi keripik melinjo lagi karena banyak penyakit yang bersumber dari makanan tersebut misalnya asam urat, jadi warga memilih untuk mengonsumsi makanan yang lain. (CT-112)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed