Ngaji di Atas Kereta, Ikhtiar Hadirkan Perjalanan Aman dan Nyaman

Citrust.id – KAI Daop 3 Cirebon menggelar kegiatan Ngaji dan Doa Bersama Anak Yatim Tahfidz Al-Qur’an di atas rangkaian KA Kaligung dan KA Tegal Bahari pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam perjalanan rute Stasiun Cirebon Prujakan–Stasiun Tegal ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan seluruh perjalanan kereta api di Indonesia.

Suasana berbeda pun terasa di dalam gerbong kereta. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa yang dipanjatkan puluhan anak yatim tahfidz menggema sepanjang perjalanan, menghadirkan nuansa khidmat sekaligus memperkuat komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon dalam mengedepankan keselamatan layanan.

Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen KAI yang tidak hanya mengandalkan kesiapan operasional melalui teknologi, sarana, prasarana, dan sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual sebagai bagian dari budaya perusahaan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan keselamatan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan transportasi publik. Oleh karena itu, selain menjalankan berbagai langkah teknis sesuai standar keselamatan, KAI juga mengajak anak-anak yatim penghafal Al-Qur’an untuk memanjatkan doa bersama.

“Keselamatan merupakan prioritas utama. Melalui kegiatan ngaji dan doa bersama anak yatim tahfidz Al-Qur’an ini, kami memohon keberkahan serta perlindungan dari Allah SWT agar seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan aman, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi pelanggan,” ujar Muhibbuddin.

Menurutnya, ikhtiar spiritual tersebut melengkapi berbagai upaya yang selama ini dilakukan KAI dalam menjaga keandalan operasional. Pemeriksaan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga pengawasan operasional terus dilakukan secara konsisten agar perjalanan kereta api berlangsung aman dan tepat waktu.

“Kami percaya keselamatan lahir dari perpaduan antara profesionalisme, disiplin dalam menjalankan prosedur, serta doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan. Semoga ikhtiar ini membawa keberkahan bagi seluruh perjalanan kereta api dan seluruh insan perkeretaapian,” tambahnya.

BACA JUGA:  Tiket Kereta Lebaran dari Cirebon Tembus 52.815 Kursi

Sepanjang perjalanan, puluhan anak yatim tahfidz melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa bagi keselamatan seluruh perjalanan kereta api di Indonesia. Suasana khusyuk menyelimuti setiap rangkaian kereta, menghadirkan pengalaman yang menyentuh secara spiritual sekaligus memberikan makna mendalam bagi seluruh peserta.

Muhibbuddin menegaskan kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan serta bentuk kepedulian KAI kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, KAI ingin menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga membawa nilai-nilai kemanusiaan serta kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar.

“KAI akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu. Kami berharap doa yang dipanjatkan hari ini menjadi energi positif agar seluruh perjalanan kereta api selalu berada dalam lindungan Allah SWT,” tutup Muhibbuddin.

Kegiatan doa bersama di atas kereta ini menjadi simbol bahwa keberhasilan layanan transportasi modern tidak hanya dibangun melalui inovasi dan teknologi, tetapi juga melalui kepedulian sosial, kebersamaan, serta ikhtiar spiritual. Dengan semangat tersebut, KAI Daop 3 Cirebon terus berupaya menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan. (Haris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *