oleh

Lubang Raksasa Tumbuh di Permukaan Matahari

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Pesawat antariksa NASA Solar Dynamics Observatory (SDO) belakangan berhasil menemukan lubang raksasa di permukaan Matahari. Lubang raksasa tersebut bernama coronal hole, atau lubang korona. Banyak yang menduga lubang hitam raksasa itu mampu melahap Matahari dengan zat gelapnya, sehingga Bumi bisa terkena dampaknya menjadi planet yang dingin nan kelam.

Lubang korona termasuk dalam fenomena astronomi, yang mana bisa muncul di atmosfer Matahari dari waktu ke waktu. Menurut penjelasan NASA, lubang raksasa itu menandakan adanya titik-titik kepadatan rendah di mana medan magnet Matahari terbuka secara bebas ke ruang antar planet.

Hal tersebut memungkinkan material panas dari korona Matahari mencuat keluar dengan kecepatan tinggi. Karenanya, area lubang itu memiliki plasma yang kurang panas dibanding kawasan di sekitarnya. Itulah yang membuatnya muncul berwarna gelap dan seakan-akan berlubang.

Dugaan yang menggambarkan seakan-akan lubang korona Matahari berpotensi membahayakan kehidupan Bumi memang dianggap tidak benar. Menurut pusat yang memantau cuaca antariksa Space Weather Prediction Center (SWPC), angin surya yang dilepaskan dari korona Matahari bisa memicu terjadinya badai Matahari.

Badai Matahari tersebut kemudian dinilai bisa mengganggu satelit dan sistem komunikasi radio. Selain itu, aurora juga bisa tercipta dari badai Matahari tersebut. (Net/CT)

BACA JUGA:   Polres Majalengka Gelar Syukuran HUT ke-74 Brimob

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed